Apa Itu Tafsir Kontemporer?

Apa Itu Tafsir Kontemporer?

Apa sih, yang dimaksud dengan tafsir kontemporer?

Tafsir kontemporer memiliki dua kata yaitu:  tafsir dan kontemporer. Secara etimologi tafsir berasal dari bahasa arab at tafsiiru, artinya memperlihatkan, memeriksa, atau bermakna kata al idhakhu was syarkhu yaitu penjelas atau komentar. Sedangkan secara terminologi tafsir adalah penjelasan dari kalamullah atau menjelaskan lafadz- lafadz al Qur’an dan pemahamannya.  Ada beberapa ulama berpendapat di antaranya:

Menurut Syekh al Jazairi dalam Shahih al-Taujih, beliau menjelaskan bahwa tafsir adalah lafadz yang sukar dipahami oleh pendengar dengan mengemukakan lafadz  sinonimnya  atau makna yang mendekatinya atau makna yang mendekatinya atau jalan mengemukakan salah satu dilalah lafadz tersebut.

Menurut az Zarkasyi, tafsir adalah ilmu yang  digunakan untuk memahami dan menjelaskan makna-makna kitab Allah yang diturunkan kepada nabi. Secara teoritis tafsir berarti usaha untuk memperluas makna teks al Qur’an, sedangkan secara praktis berarti usaha untuk mengadaptasikan. Teks al Qur’an dengan situasi kontemporer seorang musafir. Berarti tafsir modern adalah usaha untuk menyesuaikan ayat-ayat al Qur’an dengan tuntutan zaman. Sedangkan tafsir al Qur’an adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan al Qur’an dan isinya berfungsi sebagai mubayyin, menjelaskan tentang arti dan kandungan al Qur’an khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak dapat dipahami.

Kontemporer bermakna sekarang atau modern yang berasal dari bahasa inggris (contemporary). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya pada waktu yang sama. Sebagian pakar berpandangan bahwa kontemporer identik dengan modern. Keduanya saling digunakan secara bergantian. Dalam konteks peradaban islam keduanya dipakai saat terjadi kontak intelektual pertama dunia isalam dengan barat. Maka dapat disimpulkan bahwa tafsir kontemporer adalah tafsir atau penjelasan ayat al qur’an yang disesuaikan dengan kondisi kekinian.

Bagaimana sih, perkembangan tafsir kontemporer itu?

Abad ke 19 adalah abad dimana dunia islam mengalami kemajuan di berbagai bidang. Di antaranya adalah ilmu tafsir, banyak karya-karya tafsir hasil para ulama pada abad itu. Kajian tentang al Qur’an dalam khazanah intelektual Islam memang tidak pernah berhenti. Kemunculan tafsir kontemporer ini dipacu oleh kekhawatiran yang akan ditimbulkan ketika penafsiran al Qur’an dilakukan secara tekstual, dengan mengabaikan situasi dan latar belakang turunnya suatu ayat sebagai data sejarah yang penting. Al Qur’an melalui salah satu ayatnya yang memperkenalkan diri sebagai hudan (petunjuk) bagi umat manusia, penjelasan-penjelasan terhadap petunjuk itu dan sebagai al furqan.

Al Qur’an yang sangat sempurna maka haruslah dipahami secara tepat dan benar. Upaya dalam memahami al-Qur’an dikenal dengan istilah tafsir. Sekalipun demikian, aktivitas menafsirkan al Qur’an bukanlah pekerjaan yang gampang, mengingat kompleksitas persoalan yang dikandungnya serta kerumitan yang digunakannya. Dalam kaitan ini dapat dikemukakan bahwa redaksi ayat-ayat al Qur’an, sebagaimana setiap redaksi yang diucapkan atau ditulis, tidak dapat dijangkau maksutnya secara pasti kecuali oleh pemilik redaksi tersebut.  Meskipun demikian, upaya penafsiran al qur’an tetap dilakukan karena, disamping memang dirasakan urgen setiap saat, juga ada bukti kesejahteraan dari nabi sendiri sebagai pengemban amanat ilahi itu.

Sejarah mencatat, penafsiran al Qur’an telah tumbuh dan berkembang sejak masa-masa awal pertumbuhan dan perkembangan Islam. Hal ini didukung oleh adanya fakta sejarah yang menyebutkan bahwa nabi pernah melakukannya. Pada saat sahabat tidak memahami maksud dan kandungan salah satu sisi kitab suci al Qur’an, mereka menanyakan kepada nabi. Dalam konteks ini nabi memang berposisi sebagai mubayyin, penjelas terhadap segala persoalan umat manusia. Penafsiran-penafsiran yang dilakukan nabi memiliki sifat-sifat dan karakteristik tertentu, diantaranya penegasan makna, perincian makna, perluasan dan penyempitan makna, kwalifikasi makna serta pemberian contoh. Sedangkan dari motifnya, penafsiran nabi terhadap ayat-ayat al qur’an mempunyai tujuan-tujuan, pengarahan, peragaan, pembetulan atau koreksi.

Sepeninggal nabi, kegiatan penafsiran al Qur’an tidak berhenti tapi, semakin maju atau meningkat. Munculnya persoalan-persoalan  baru seiring dengan dinamika masyarakat yang progresif mendorong umat Islam generasi awal mencurahkan perhatian yang besar dalam menjawab problematika umat. Perhatian utam mereka tertuju kepada al Qur’an sebagai sumber ajaran islam. Maka upaya-upaya penafsiran terus dilakukan. Dalam menafsirkan alqur’an pada masa itu, pegangan utama mereka adalah riwayat-riwayat yang dinukilkan dari nabi.

Penafsiran-penafsiran yang dilakukan para sahabat di atas, di belakang  nanti dikenal dengan tafsir bil ma’tsur. Tafsir yang disebut terakhir ini mendasari pembahasan dan disebut dengan metode riwayah.

Beberapa corak dan metode tafsir

  1. Metode Tahlili

    Yaitu salah satu metode tafsir yang bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al Qur’an dari seluruh aspeknya.

  1. Metode Ijmali

     Yaitu metode tafsir yang menafsirkan ayat-ayat al Qur’an dengan cara mengemukakan makna global. Dengan metode ini penafsir menjelaskan arti dan maksud ayat dari uraian singkat yang dapat menjelaskan sebatas artinya tanpa menyinggung  hal-hal selain arti yang dikenhendaki.

  1. Metode Muqarran

Yaitu tafsir yang menekankan kajiannya pada aspek perbandingan tafsir al Qur’an. Salah satu karya tafsir yang lahir di zaman modern ini yang menggunakan metode perbandingan yaitu: Quran and Its Interpreters. Metode muqarran juga digunakan dalam membahas ayat-ayat al qur’an yang memiliki kesamaan redaksi namun berbicara tentang topik yang berbeda.

  1. Metode Maudhu’i

        Yaitu juga disebut dengan metode tematik karena pembahasannya berdasarkan tematema tertentu yang terdapat dalam al-Qur’an.

Nah, sekarang kita sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan tafsir kontemporer. Dengan begitu bisa memudahkan kita semua untuk mengetahui tentang hal itu.

 

Oleh : Oktavia I., Semester VI

This Post Has 4 Comments

  1. Suci Ambarwati

    I think this article is great. This article give detail explanation about kontemporer tafsir.

  2. Suci Ambarwati

    This article is great because it gives us detail explaination about contemporer tafsir.

  3. Abdullah

    Mantap sekali artikelnya

Leave a Reply to Suci Ambarwati Cancel reply