Rindu Rabu

Menjelang senja kita habiskan putaran waktu, memulung isi batok kepala satu demi satu. Membicarakan apa saja, memasak karya apa saja, menjadikannya apa saja, menuliskan apa saja, berbahan baku kata-kata.  …

Continue Reading Rindu Rabu

Penjara Suci

Lihatlah tepat di bawah tiang berlampu itu Ya, pemuda yang tak jemu memetik julangan senar Mereka hidup karena jari-jarinya sendiri Betapa ruginya kehidupan mereka Lihatlah di tengah gemerlap pelangi malam…

Continue Reading Penjara Suci

Pasukan Istighfar

Ibu kota masih hidup, padahal hari telah lelah. Setiap nyawa sibuk berlalu dan melanglang. Tak ada celah pada waktu untuk tenang. Matahari abu-abu mulai menutup kelambu. Udara bisu menunggu menghatur…

Continue Reading Pasukan Istighfar

Kita Ada

Hujan adalah puisi Tuhan Dijatuhkannya di antara usaha kita untuk tetap bertahan Dalam rintik-rintik yang membasahi jarak Dalam rintih-rintih yang membasahi sesak Di dadaku kau adalah rindu tanpa jeda Kujaga…

Continue Reading Kita Ada

Hijrah Alila

Byuuurrr!!! Aroma menyengat itu kini melekat di tubuhku. Mati-matian aku menahan isi perutku yang meronta ingin keluar dibuatnya. Ini baru ember pertama, masih ada ember kedua setelah ini. Aku rasa…

Continue Reading Hijrah Alila

Kopi Pahit

Seteguk telah tertelan. Secangkir kurang masih di hadapan. Rasanya masih terasa, pahitnya belum berubah rasa. Baru sekali aku menelan, terbatuk-batuk, tersedak-sedak, sudah mengeluh barang berulangkali, terucap tak akan mau lagi.…

Continue Reading Kopi Pahit