Sastra

Rindu Rabu

Menjelang senja kita habiskan putaran waktu,
memulung isi batok kepala satu demi satu.

Membicarakan apa saja,
memasak karya apa saja,
menjadikannya apa saja,
menuliskan apa saja,
berbahan baku kata-kata.

 

Katamu, kataku, kata kita,
tetaplah abadi pada kebaikannya.
Dan kita tahu
Tuhan menciptakan Rabu,
melahirkan rindu.

Karya: Fuad Zein Malizy

One thought on “Rindu Rabu

  • Miftahul amali

    Wiihhh, kelas nulis jadi sumber karya.. kereen

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *