Pentingnya Peninggalan-Peninggalan Para Wali Bagi Warga Indonesia

Pentingnya Peninggalan-Peninggalan Para Wali Bagi Warga Indonesia

Kehadiran para tokoh di Nusantara telah berlangsung lama sebelum adanya para wali. Dahulu  Nusantara didominasi oleh agama Hindu Budha dan agama- agama lokal lainnya seperti agama Kapitayan. Sejak adanya para wali, Islam mulai berkembang lebih pesat lagi di Nusantara dengan metode dakwahnya, sehingga rakyat berbondong-bondong menerima Islam dengan kesadaran sendiri dan damai.

Walisongo adalah tokoh penyebar agama Islam di Nusantara khususnya di daerah Jawa. Para wali telah merumuskan strategi dakwah di Nusantara. Pada umumnya sudah sangat kuat para wali memiliki metode yang sangat bijak agar agama Islam mudah diterima oleh masyarakat. Karena memperkenalkan Islam tidak bisa secara instan, para wali merumuskan bagaimana strategi yang bisa digunakan agar Islam mudah diterima. Walisongo menyebarkan agama Islam dengan metode yang berbeda-beda, para wali juga memilih tempat untuk berdakwah tidak sembarangan. Penentuan tempat dakwahnya itu dipertimbangkan dengan faktor geostrategis, seperti di wilayah Jawa Tengah mengambil daerah Demak, Kudus dan Muria. Karena disitu merupakan pusat kekuasaan politik Hindu Budha yang sudah tidak berperan lagi. Bertahun-tahun para wali menyebarkan agama Islam di Jawa akhirnya menghasilkan bibit bagi warga Indonesia. Jejak-jejak walisongo ini menjadi petunjuk jalan bagi mereka yang ingin menelusuri perkembangan Islam di tanah air yang disebarkan walisongo. Tempat-tempat yang menjadi pusat dakwah walisongo menjadi situs-situs sejarah yang menarik bagi para sejarawan. Maka dari itu walisongo  mempunyai peninggalan-peninggalan yang berbeda dan mempunyai manfaat yang berbeda, seperti:

  1. Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim)

Peninggalan Sunan Gresik itu sangat banyak seperti Makam Sunan Gresik, Masjid penyucian, Air Sumur yang bisa digunakan untuk berobat. Salah satu Peninggalan Sunan Gresik yang masih dimanfaatkan sampai sekarang yaitu Masjid penyucian Syekh Maulana Malik Ibrahim yang terletak di Desa Leran. Di depannya terdapat batu besar, itu  merupakan salah satu peninggalan Sunan Gresik . Penduduk Gresik meyakini bahwa batu besar itu adalah kapal raja Carmain. Salah satu manfaat yang bisa diambil bagi warga Indonesia adalah Masjid penyucian peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim  yaitu dengan  menggunakan masjid tersebut sebagai tempat untuk beribadah, berdzikir dan meminta permohonan kepada Allah SWT. Karena  sampai sekarang masjid tersebut masih dimanfaatkan untuk tempat beribadah kepada Allah SWT. Selain Masjid penyucian, peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim juga terdapat barang-barang peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim yang masih ada dan simpan di museum Sunan Giri. 

  1. Sunan Ampel (Raden Rahmat)

Peninggalan Raden Rahmat sangat banyak seperti makam Sunan Ampel, masjid yang didirikan oleh Sunan Ampel, dan pesantren Sunan Ampel. Salah satu peninggalan Sunan Ampel yang masih dilestarikan sampai sekarang adalah pesantren Ampel yang didirikan oleh Sunan Ampel. Pesantren merupakan pendidikan pertama yang sangat berpengaruh bagi warga Indonesia khususnya di wilayah Nusantara, di antara santri dari Sunan Ampel adalah Sunan Giri  dan Raden Fatah. Pengajaran yang dilakukan oleh Sunan Ampel sangat sederhana, yaitu dengan menanamkan petuah-petuah, yang ada sampai sekarang dan masih digunakan di masyarakat. Contohnya  yaitu Moh limo dan sampai sekarang pun masih banyak pesantren yang menggunakan petuah itu sebagai peraturan agar santri juga tetap mengenang peninggalan-peninggalan para wali.

  1. Sunan Giri (Raden Paku)

Peninggalan Sunan Giri itu sangat banyak seperti sajadah, sorban, Al-Qur’an kuno, dan pelana kuda. Semua peninggalan Sunan Giri disimpan di museum yang didirikan langsung oleh Sunan Giri. Sampai sekarang museum tersebut masih dikunjungi banyak orang karena dijadikan sebagai tempat wisata. Selain untuk menyimpan barang-barang peninggalan Sunan Giri ada juga salah satu barang peninggalan dari Sunan Gresik.

  1. Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim)

Peninggalan Sunan Bonang sangat banyak seperti makam Sunan Bonang, Masjid Astana Bonang, upacara sekaten dan grebeg maulid. Salah satu peninggalan Sunan Bonang yang masih dimanfaatkan sampai sekarang adalah upacara sekaten dan grebeg maulid. Biasanya sebagian masyarakat  di Jawa merayakan upacara disertai  pembacaan maulid. Sebagai ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Sampai sekarang baik Upacara sekaten atau Grebeg Maulid itu masih dirayakan oleh masyarakat di Jawa.

  1. Sunan Drajat (Raden Qosim)

Peninggalan Sunan Drajat sangat banyak seperti Gamelan Singo Mengkok, Batik Drajat, Daun bertuliskan Surat Yusuf dan Pesantren. Salah satu peninggalan yang masih dimanfaatkan sampai sekarang adalah sebuah surau yang didirikan langsung oleh Sunan Drajat atau yang zaman sekarang kita sebut dengan pesantren. Kemudian surau  itu namanya berubah menjadi Banjaranyar. Setelah beberapa tahun lamanya Sunan Drajat mencari sebuah daerah perbukitan untuk mendirikan sebuah pesantren lagi yang bernama Banjarwati. Sangat banyak pelajaran yang bisa kita ambil salah satunya yaitu dari sistem dakwah Sunan Drajat banyak sekali pesantren yang sampai sekarang berdiri dan menjadikan masyarakat mengerti dan memahami Islam dari pondok pesantren.

  1. Sunan Kudus ( Ja’far Shodiq)

Peninggalan Sunan Kudus itu sangat banyak seperti Masjid menara Kudus, dua senjata yang berbentuk trisula dan Kirab Dandangan. Diantaranya orang-orang kudus selalu melakukan Tradisi setiap tahunnya. Dan tradisi itu sudah ada sejak adanya Sunan Kudus. Seperti tradisi Kirab Dandangan merupakan suatu tradisi untuk menyambut awal bulan Ramadhan. Biasanya orang-orang kudus berkumpul di alun-alun kudus untuk merayakan langsung tradisi kirab dandangan. Saat acara kirab dandangan orang-orang kudus menampilkan kesenian tradisional seperti tarian Lentog Tanjung dan tarian kolosal. Setelah itu akan diiringi langsung pemukulan Bedug oleh wakil pemerintah Kudus. Sampai sekarang tradisi itu masih ada dan selain orang Kudus juga banyak yang melakukan tradisi tersebut khususnya orang jawa. Untuk menyambut awal bulan ramadhan.

  1. Sunan Kalijaga (Raden Syahid)

Peninggalan Sunan Kalijaga itu sangat banyak seperti. Sumur Jalatunda, Api Abadi Mrapen dan Wayang Kulit. Salah satu peninggalan yang masih dimanfaatkan sampai sekarang yaitu Wayang Kulit. Sunan Kalijaga merupakan seorang tokoh penyebar agama Islam di Jawa. Dalam berdakwah Sunan Kalijaga mengganti cerita Hindu Budha seperti Mahabarata dengan cerita-cerita Islami seperti wayang kulit. Sampai sekarang pun masih digunakan para ulama-ulama dalam menyebarkan agama Islam melalui metode wayang kulit. Diantaranya Sunan Kalijaga juga mengajarkan tembang dan do’a-do’a. Tembang atau do’a yang diciptakan langsung oleh Sunan Kalijaga merupakan ajaran makrifat, ajaran mistis dalam agama Islam seperti contohnya tembang “ilir-ilir”. Dan do’a seperti kidung atau mantra yang paling terkenal adalah kidung “Rumeksa ing Wengi”. do’a itu berguna untuk mencari perlindungan di malam hari agar terhindar dari hal-hal ghaib.

  1. Sunan Muria (Raden Umar Said)

Peninggalan Sunan Muria itu sangat banyak diantaranya yaitu Makam Sunan Muria, Wisata Air terjun yang berada di Gunung Muria, Gamelan, dan cerita-cerita Islami. Salah satu peninggalan Sunan Muria yang masih dimanfaatkan sampai sekarang yaitu kesenian seperti cerita-cerita Islami karena dahulu Sunan Muria menyebarkan Islam dengan menggunakan cerita Islami contohnya kisah Nabi Muhammad Saw. Banyak manfaat yang bisa diambil oleh ulama-ulama agar Islam lebih mudah dipahami oleh orang-orang yang baru mengenal Islam, yaitu dengan menggunakan metode dakwah yang digunakan Sunan Muria. Sampai sekarang sudah banyak ulama-ulama yang menggunakan gamelan atau wayang Kulit untuk menyebarkan Islam di masyarakat setempat. Salah satu peninggalan yang masih bisa dimanfaatkan juga wisata Colo yang berada di sebelah utara kota Kudus 18 km dari lereng Gunung Muria itu sebuah wisata air terjun serta pemandangan yang indah. Biasanya pada hari jum’at itu banyak pengunjung datang untuk mendapatkan berkah dari Sunan Muria.

  1. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)

Peninggalan Sunan Gunung Jati itu sangat banyak seperti Makam Sunan Gunung Jati, Keraton, dan Kereta Singa Barong. Salah satu peninggalan yang masih dimanfaatkan sampai sekarang yaitu Keraton yang terletak ditengah-tengah kota Cirebon yang di dalamnya berisi peninggalan-peninggalan Sunan Gunung Jati. Keraton sampai sekarang masih dilestarikan dengan menerima pengunjung ke keraton tersebut. Bukan hanya sebagai tempat wadah peninggalan-peninggalan akan tetapi, sebagai tempat untuk beribadah atau berzikir kepada Allah SWT. Sebagian orang Cirebon mempercayai kalau salat atau berzikir agar mendapatkan berkah dari Sunan Gunung Jati. Bukan hanya Keraton akan tetapi sumur berkah yang di bangun langsung oleh Sunan Gunung Jati airnya mengalir sampai sekarang dan masih digunakan oleh pengunjung keraton untuk mencari berkah dari Sunan Gunung Jati.

Maka dari itu sangat penting bagi masyarakat khususnya orang Jawa untuk merawat dan melestarikan budaya-budaya peninggalan para wali dikarenakan beliau lah yang telah menyebarkan agama Islam dengan jerih payahnya. Dari mulai metode melestarikan wayang sampai mendirikan pesantren yang sampai sekarang pun masih digunakan oleh sebagian warga Indonesia khususnya di daerah Jawa.

Referensi:

Al, Noer. 2019. Walisongo 9 Sunan. Tuban: Krida Media

Basuki, Yoyok Rahayu. Tt. Sunan Kudus Ja’far Shodiq. Lamongan: Penerbit Azhar

Basuki, Yoyok Rahayu. Tt. Sunan Muria (Raden Umar Said). Pakistan: Penerbit Azhar.

Basuki, Yoyok Rahayu. Tt. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Pakistan: Penerbit Azhar

Chodjim, Achmad. 2013. Sunan Kalijaga (Edisi Baru). Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 2008. Monografi Museum Indonesia se-Jawa dan Bali. Universitas California. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Emir, Threes dan Wattimena Samuel. 2018. Pesona Kain Indonesia. Tuban: Gramedia Pustaka Utama.

Marhiyanto, Bangbang. 2000. Sunan Kalijaga sosok wali, filsuf dan budayawan. Pandanarang: Jawara.

Nurmayati, Yeti. 2020. Tradisi-Tradisi menyambut ramadhan di indonesia dan dunia. Jakarta: Elek Media Komputindo.

Syam, Nur. 1995. Islam Pesisir. Yogyakarta: LkiS

Sarwosri, Sri. 2018. Sunan Drajat Jejak para wali. Pakistan: Sang Surya Media.

Sunyoto, Agus. 2012. Atlas Wali Songo. Jakarta: Pustaka IIMaN, Trans Pustaka, LTN PBNU.

Kontributor: Istiqomah, Semester V

Leave a Reply