Mudir Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya Beri Kunci Sukses Kepada DEMA AMALI

Mudir Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya Beri Kunci Sukses Kepada DEMA AMALI

Kiai Haji Rizal Fauzi, Mudir Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya menjelaskan bahwa dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang ada dalam organisasi, diperlukan strategi juga perencanaan yang matang, selain itu beliau juga menyampaikan bahwa ukhuwah islamiah merupakan salah satu kunci sukses berorganisasi.

“Kenapa? Karena ukhuwah islamiah tidak akan terwujud tanpa adanya dua hal, yaitu wawasan keilmuan yang luas dan kebersihan hati. Jika kita mampu menerapkan keduanya dalam berorganisasi maka insyaallah (organisasi tersebut) bisa sukses,” jelas Kiai kelahiran Tasikmalaya bulan Mei itu saat mengisi sambutan sebagai perwakilan tuan rumah sekaligus melakukan pembukaan secara resmi dalam acara ‘Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah) Jawa Barat DEMA AMALI (Dewan Mahasantri Asosiasi Ma’had Aly Indonesia) Tahun 2022’ di Ma’had Aly Idrisiyyah, Pondok Pesantren Idrisiyyah, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis-Sabtu (28-30/7/22).

Menurut Kiai Rizal, dengan bermodalkan wawasan yang luas maka kita tidak akan menjadi orang yang fanatik terhadap suatu golongan tertentu juga tidak akan mudah menghakimi orang lain. Selanjutnya yang kedua yaitu kebersihan hati, jika kita ingin mencapai ukhuwah islamiah kita harus membersihkan hati dari berbagai macam penyakit hati, karena terjadinya perpecahan umat Islam itu bukan sebab adanya perbedaan pendapat, melainkan adanya penyakit hati seperti riya, ‘ujub, dan sejenisnya.

Selanjutnya, Kiai alumni IAILM Suryalaya, Jawa Barat itu mengajak para peserta Muskerwil agar dalam kegiatan yang juga bertepatan dengan peringatan tahun baru Hijriah ini dapat meneladani Nabi Muhammad saw. yang menggunakan strategi ketika berhijrah dengan tidak langsung menuju Madinah, tetapi mengambil jalan memutar agar tidak mudah ditemukan oleh musuh.

“(Artinya bahwa) dalam menghadapi tantangan dan juga rintangan yang ada, kita perlu strategi dan perencanaan yang matang,” tegasnya.

Dalam sambutan tersebut, Kiai yang pernah menjabat sebagai sekretaris MUI Sukahening tahun 2012-2017 itu juga menyampaikan kunci sukses berorganisasi yang ia kutip dari Pengasuh Pondok Pesantren Idrisiyyah (Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman) yakni bahwa, “Dalam mensukseskan program-program Allah, tentu yang pertama kita harus mewujudkan manajemen organisasi yang tangguh dan profesional.”

Selain Kiai Rizal Fauzi, turut hadir pula dalam pembukaan tersebut perwakilan dari Pengurus Harian DEMA AMALI, yakni Muslikhun (Bendahara DEMA AMALI) dan Khomad Subekhi (Wakil Ketua DEMA AMALI).

Dalam sambutannya, Khomad Subekhi selaku wakil ketua DEMA AMALI mengharapakan bahwa agar dalam Muskerwil kali ini, semua partisipannya bisa merumuskan program-program kerja dengan sebaik mungkin. Ia juga mengingatkan bahwa jangan sampai apa yang telah diagendakan ini malah digunakan untuk menunjukkan keunggulan diri dan merasa paling benar sendiri, melainkan untuk berdakwah menegakkan kalimat Allah Swt.

“Jadi nanti harapannya, program-program yang kalian musyawarahkan, program-program yang kalian rencanakan itu benar-benar program yang bermaslahat. Bermaslahat bukan hanya untuk diri kalian sendiri, bukan hanya untuk Ma’had Aly kalian sendiri, tapi kalau bisa masyarakat umum pun dapat menikmati,” imbuh salah satu mahasantri Ma’had Aly Al-Tarmasi itu.

Kemudian, mahasantri yang akrab disapa Khomad itu juga menegaskan agar seluruh pengurus yang hadir, berusaha selalu ikhlas dalam bekerja dan harus siap menderita (berkorban), karena menurutnya dalam berorganisasi tidak ada istilah reward ataupun upah (bahkan walau hanya sekedar pujian), namun tentu berorganisasi akan membawa segudang manfaat bahkan terkadang akan ada hal-hal yang datangnya tidak kita sangka-sangka.

Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah) Jawa Barat DEMA AMALI (Dewan Mahasantri Asosiasi Ma’had Aly Indonesia) Tahun 2022 ini merupakan salah satu usaha DEMA AMALI untuk aktif beradaptasi dan sekaligus melakukan evaluasi diri agar mampu bersaing di percepatan perkembangan dunia. Muskerwil ini ada sebagai bentuk nyata untuk mendukung program-program kerja yang telah dicanangkan oleh Dema Amali Nasional. Tujuan kegiatan ini ada adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan program kerja selama periode kepengurusan 2022-2023 wilayah Jawa Barat
  2. Menghasilkan rekomendasi yang strategis untuk kepentingan Ma’had Aly dan mahasantri
  3. Mempererat jalinan silaturahmi antar anggota DEMA AMALI wilayah Jawa Barat

Kegiatan ini dihadiri oleh segenap civitas Ma’had Aly se-wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Brebes yakni Ma’had Aly Idrisiyyah (Tasikmalaya), Ma’had Aly Al-Hikamus Salafiyyah (Cirebon), Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah (Jakarta), dan Ma’had Aly Kebon Jambu (Cirebon).

DEMA AMALI (Dewan Mahasantri Asosiasi Ma’had Aly Indonesia) merupakan forum komunikasi dan konsolidasi Dewan Mahasantri se-Indonesia yang berada di bawah naungan Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) dan telah mendapatkan SK dari Kementerian Agama RI. Sedangkan, AMALI (Asosiasi Ma’had Aly Indonesia) merupakan forum yang dibentuk dalam rangka memfasilitasi hubungan kerja sama dan menyamakan pandangan antar Ma’had Aly se-Indonesia.

Pewarta: Ammar Rizkillah, Semester V

Editor: Mamluatul Hidayah, Semester V

Leave a Reply