Umar Bin Khattab : Khalifah Khalifati Rasulillah SAW

Umar Bin Khattab : Khalifah Khalifati Rasulillah SAW

Seorang pemuda yang lahir dari keluarga sangat dihormati masyarakat jahiliyah di Mekkah. Kakeknya, Naufal bin Abdul ‘Uzza adalah seorang hakim yang menangani perselisihan diantara kaum Quraisy. Dia juga Seorang pemuda yang sangat disegani, dihormati dan juga ditakuti di kalangan orang-orang Quraisy. Dia juga berperan aktif dalam membangun sejarah peradaban keluarganya. Dari ibnu Sa’ad, dia berkata, “Dahulu, sebelum Islam, Umar bertugas menyelesaikan konflik yang terjadi diantara bangsa Arab”.

Nama lengkapnya adalah Umar bin Khattab bin Naufal bin Abdul ‘Uzza bin Rabah bin Qurth bin Razak bin Ady bin Ka’ab bin Lu’ay. Ia lahir pada tahun ketiga belas setelah peristiwa Tahun Gajah. Separuh hidupnya dihabiskan pada masa jahiliyah, dia tumbuh seperti kebanyakan anak dari kabilahnya, hanya saja dia berkesempatan belajar membaca dan menulis, sehingga dia adalah termasuk dari tujuh belas orang yang menguasai baca tulis pada masa itu. Namun sang ayah tidak membiarkannya menekuni belajarnya, selanjutnya dia diperintahkan untuk menggembalakan unta. Dia juga belajar menunggang kuda dan gulat, sampai ia menjadi orang yang mahir dalam kedua bidang tersebut.

Setelah itu ia sibuk berdagang. Ia berdagang seperti kebanyakan pedagang pada masa itu, yakni dengan melakukan perjalanan dagang ke negeri-negeri lain, seperti Syam dan Yaman. Dari perjalanan inilah ia mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan dari negri-negri yang dikunjunginya.

Pada masa jahiliyah, penduduk Makkah adalah penyembah berhala, begitu juga Umar. Pada masa jahiliyah para pemuda Quraisy, mereka memiliki kebiasaan meminum khamr dan bernyanyi, Umar juga turut bersama mereka. Hanya saja Umar tidak terlalu sering menghabiskan waktunya dengan para pemuda di masanya. Ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk belajar. 

Demikianlah Umar bin Khattab pada masa jahiliyah, dia adalah seorang pemuda pemberani, tegas, keras dan tidak pernah merasa ragu. Semua sifat kejantanan ada pada dirinya, sehingga ia sangat dihormati dan memiliki kedudukan khusus di kalangan kaumnya, baik sebelum maupun sesudah Islam.

Sebelum masuk Islam, Umar adalah orang yang paling tegas dalam menolak ajaran Islam. Dia adalah orang yang paling gigih menentang Islam, dia bahkan menyiksa orang-orang yang memeluk agama Muhammad SAW tersebut. Ia juga memiliki niat untuk membunuh nabi Muhammad SAW. Namun terlepas dari sifat-sifatnya sebelum masuk Islam, Umar adalah satu dari dua orang yang sangat dinanti keislamannya oleh Nabi. Bahkan Rasulullah SAW pernah berdo’a untuk keislaman Umar. “Ya Allah muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling engkau cintai, Abu Jahal bin Hisyam atau Umar bin Khattab” (HR. At-Tirmidzi).

Saat itu tidak ada seorangpun yang percaya bahwa Umar akan masuk Islam. Tapi kemudian Allah SWT berkehendak lain, Allah SWT mengabulkan do’a Rasulullah SAW. Umar masuk Islam pada tahun keenam kenabian, saat itu ia berusia 27 tahun setelah membaca surat Thaha di kediaman saudarinya, yang mana sebelumnya ia ingin membunuh Nabi dan para sahabat beliau yang sudah masuk Islam. Namun setelah membaca ayat tersebut Umar langsung bergegas mencari Nabi dan menyatakan keislamannya.

Umar masuk Islam ketika jumlah sahabat yang memeluk Islam masih sedikit, sekitar 40 orang laki-laki dan sebelas wanita. Penyebaran Islam pada saat itu juga masih menggunakan metode pertama, yakni dengan cara sembunyi-sembunyi. Orang-orang memeluk Islam juga dengan cara sembunyi-sembunyi. Umar adalah satu-satunya orang yang dengan lantang mengumumkan keislamannya di depan umum, dia tidak takut dan tidak ragu sedikitpun. 

Umar adalah pendahulu bagi orang-orang yang masuk Islam. Dengannya Islam menjadi lebih kuat dan kokoh. Setelah Umar masuk Islam, Islam mulai disebarkan secara terang-terangan, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk keluar dan menyebarkan Islam di depan umum dengan Umar dan Hamzah sebagai pemimpin barisan. Melihat hal ini kaum Quraisy merasa sedih. Karena orang yang paling kuat diantara mereka dan mendukung mereka menentang Islam kini tidak lagi berada dipihak mereka. Sejak saat itulah Nabi memberi Umar gelar al-Faruq

Keislaman Umar adalah kejayaan bagi Islam. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Keislaman Umar adalah kemenangan, hijrahnya adalah pertolongan, dan kepemimpinannya adalah rahmat. Kami tidak bisa shalat di Ka’bah kecuali setelah Umar masuk Islam, setelah masuk Islam ia memerangi orang-orang Quraisy hingga akhirnya mereka membiarkan kami shalat di Ka’bah.

Selanjutnya Umar bersama kaum Muslimin lainnya hijrah ke Madinah dan menetap di sana. Saat di Madinah, seperti kaum Muhajirin lainnya Umar juga dipersaudarakan dengan salah satu orang dari kaum Anshar. Di Madinah ia menjadi bendahara nabi dalam mengelola zakat.

Umar bin Khattab adalah pribadi yang kuat dan cerdas, ia juga memiliki banyak pengalaman juga pengetahuan, maka dari itu ia banyak  berkontribusi dalam perang. Rasulullah SAW sering mengajaknya bermusyawarah sebelum berperang, ia juga sering menyumbangkan ide-ide dan juga memberi nasihat dan semangat kepada pasukan Islam. Tidak hanya itu Umar juga sering ikut terjun langsung ke medan perang bersama Rasulullah SAW. Diantara peperangan yang diikuti umar adalah:

  1. Perang Badar

Umar adalah salah satu sahabat yang diajak berdiskusi oleh Rasulullah SAW. sebelum terjadinya perang ini. Pendapatnya sangat baik sehingga memotivasi kaum muslimin untuk memerangi orang-orang Quraisy.

  1. Perang Uhud

Umar termasuk sahabat yang mendapat luka paling banyak dalam perang ini. Orang-orang Quraisy menargetkan Abu Bakar, Umar dan Rasulullah, mereka menganggap bahwa tiga orang ini memiliki perang yang sangat penting dalam islam. Sehingga mereka berpikir jika ketiganya dibunuh maka mereka dapat menghancurkan kekuatan kaum Muslimin.

  1. Perang Bani Musthaliq

Dalam perang ini, Umar ingin membunuh Abdullah bin Ubay bin Salul yang telah menyebarkan fitnah dikalangan kaum Muslimin. Dia berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah izinkan aku memenggal leher si munafik ini” tapi kemudian Rasulullah melarangnya dengan berkata, “Wahai Umar bagaimana jika orang-orang mengatakan bahwa Muhammad telah membunuh sahabatnya?”.

  1. Perang Hunain

Dalam perang ini Umar adalah salah satu dari beberapa sahabat yang berperang hingga akhir bersama nabi dari kalangan Muhajirin.

  1. Perang Tabuk

Dalam perang ini Umar menyedekahkan setengah dari hartanya.

Umar bin Khattab adalah salah satu dari empat Khulafaur Rasyidin. Dia memangku kekhalifahan dari wasiat Abu Bakar as-Shiddiq, Abu Bakar berpesan agar yang menggantikan posisinya adalah Umar bin Khattab. Saat itu seluruh kaum Muslimin sepakat untuk membaiat Umar. Maka sepeninggalan Abu Bakar, Umar bin Khattab yang menjabat sebagai khalifah. Umar dibaiat sehari setelah kematian Abu Bakar. 

Dia adalah pemimpin yang pertama kali diberi gelar “Amirul Mukminin”. Umar sendiri menyebut dirinya sebagai “Khalifah Khalifati Rasulullah” yaitu pengganti dari pengganti Rasulullah SAW. Umar adalah sosok yang tangguh, ia memiliki sikap tegas dalam menerapkan prinsip keislaman, berkeinginan kuat, memiliki rasa keadilan yang keras, memiliki kesetiaan yang kukuh dan memiliki bakat seorang pemimpin. Hal ini dibuktikan selama masa kepemimpinannya. Ia sukses membawa negeri Islam menjadi wilayah yang disegani bangsa lain.

Selama masa kepemimpinannya Umar banyak menciptakan kebijakan-kebijakan baru yang dianggap penting. Pada awal kepemimpinannya Umar membuat kebijakan untuk melanjutkan ekspansi. Yaitu ekspedisi-ekspedisi perang yang dikirim Abu Bakar untuk memperluas wilayah Islam juga untuk menyebarkan Islam ke seluruh negeri. Selama masa kepemimpinannya banyak wilayah yang ditaklukan pasukan Islam, diantaranya penaklukan kota Damaskus di Suriah, dibawah kepemimpinan Abu Ubaidah bin al- Jarrah pada tahun 635 M /13 H, kemudian seluruh wilayah Suriah dapat dikuasai setelah Bizantium menyerah akibat kekalahannya dalam pertempuran Yarmuk pada tahun 637 M/16 H. Kemudian penaklukan Mesir di bawah kepemimpinan Amru bin Ash pada tahun 640 M/19 H. Selanjutnya masih banyak kesuksesan demi kesuksesan yang diperoleh pasukan Islam dalam perluasan wilayah pada masa kepemimpinannya.

Umar  adalah orang yang pertama kali menulis penanggalan Islam diawali dari hijrahnya Rasulullah SAW, dia juga membangun kantor-kantor administrasi dan menatanya Kembali. Dia juga mendirikan pengadilan-pengadilan dan mengangkat hakimnya, juga memisahkan bidang yudikatif dan eksekutif. Umar juga orang yang pertama kali membagi wilayah menjadi kota-kota besar serta mengangkat  para pemimpinya. Pada masanya ini beberapa departemen pemerintah negara telah dibentuk, seperti majelis permusyawaratan, yang beranggotakan sahabat-sahabat dari golongan Muhajirin dan Anshar. Dan membangun Baitul mal. Umar juga membentuk  Lembaga pertahanan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Ia mendirikan Lembaga kepolisian, korps militer dengan tentara terdaftar, dan juga membangun pos-pos militer di tempat-tempat strategis. 

Umar menduduki bangku kekhalifahan selama kurang lebih 10 tahun, dari 13-23 H/634-644 M. kemudian meninggal dunia. Umar bin Khattab dibunuh oleh seorang budak Persia bernama Abu Lu’lu’ah. Saat sedang menunaikan shalat subuh di masjid. Kemudian dimakamkan di rumah Aisyah di samping kedua sahabatnya, nabi saw. dan Abu Bakar.

Referensi:

Iman As-Suyuthi, Tarikh Khulafa, Jakarta: Pustaka Al- Kautsar, 2018

Salamah Muhammad Al-Hanafi Al-Balawi, Al-Mursyid Al-Wajiz Fi at-Tarikh Al-Hadharah Al-Islamiyyah, Mesir: 2011

Imam Fu’adi, Sejarah Peradaban Islam, Depok: Penerbit Teras, 2011

Samin bin Abdullah al-Maghlouth, Atlas al-Khalifah Umar bin al-Khattab Ra, Jakarta: Penerbit Almahira, 2014

Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Ar-Rahiq Al-Makhtum,  Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2012

Kontributor: Tuti Dwi Handayani, Semester V

Leave a Reply