Reformasi Bidang Ekonomi Masa Umar Bin Abdul Aziz

Reformasi Bidang Ekonomi Masa Umar Bin Abdul Aziz

Ma’had Aly – Umar bin Abdul Aziz adalah putra dari Marwan bin al-Hakam bin Abu al-Ash bin Umayyah bin Abd Syams bin Manaf. Ia adalah seorang khalifah yang saleh. Umar juga sering dipanggil dengan sebutan Abu Hafsh sekaligus disepakati sebagai Khulafaur Rasyidin yang kelima.

Siasat Umar dalam masalah ekonomi bukanlah tanpa perencanaan, karena Umar memang sosok pemimpin yang bertanggung jawab penuh terhadap negara yang dipimpinnya. Ia selalu memperhitungkan setiap langkah dan keputusan yang akan diambil, serta menjamin untuk melakukan setiap hal yang direncanakannya.

Adapun landasan yang menjadi pijakan Umar dalam menerapkan taktiknya adalah :

  • Keteguhannya untuk selalu mengacu pada al-Qur’an dan Hadits. Inilah yang terlihat jelas dalam tulisan-tulisan yang ia kirimkan kepada para pegawainya, juga pada pidato-pidato yang disampaikan pada orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, serta menumpaskan segala bentuk kedzaliman. Inilah yang menjadi dasar Umar dalam menerapkan strategi pemerintahannya. Menegakkan keadilan menghapuskan kebatilan menjadi tujuan untuk menegakkan syariat Islam.

Sasaran yang dibidik dalam siasat perekonomian yang direncanakannya, yaitu:

  1. Mengembalikan kembali pemasukan dan kekayaan negara dengan seadil-adilnya. Kerja keras ini dilakukan oleh sang khalifah untuk mengembalikan kembali pemasukan dan kekayaan yang di dapatkan negara dengan cara yang lebih di ridhoi Allah swt.
  2. Melarang pejabat negara dan para pembesar untuk mengambil keuntungan dari masyarakat. Dengan menarik kembali kepemilikan yang pernah diambil secara paksa oleh pejabat negara atau para pembesar untuk dikembalikan kepada pemiliknya, jika tidak diketahui pemiliknya maka diserahkan ke Baitul Mal.
  3. Lebih memprioritaskan orang-orang yang tersisih dan miskin serta lebih memperhatikan dan menjamin kecukupan mereka, baik melalui zakat ataupun penyaluran dalam bentuk lainn Siasat jitu ini benar-benar dilakukan oleh Umar, demi mensejahterakan rakyat.
  4. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Segala macam cara dilakukan khalifah demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ada beberapa cara yang ditempuh oleh Umar bin Abdul Aziz untuk mewujudkan rencana pertumbuhan ekonomi yang direncanakannya:

  1. Membentuk iklim pertumbuhan yang sesuai, adapun cara yang digunakan untuk mewujudkannya yaitu dengan:
  • Mengembalikan hak-hak yang pernah diambil kepada pemilik semula. Dengan langkah ini masyarakat mendapat nuansa keamanan, kenyamanan hidup mereka karena merasa tegaknya kembali keadilan dan kebenaran.
  • Mencetuskan konsep ekonomi bebas walau harus tetap berada dalam jalur agama. Penjelasan tentang ekonomi bebas terikat ini dapat dilihat pada surat yang dituliskan oleh Umar kepada pejabatnya. Ia mengatakan “Sesungguhnya salah satu bentuk ketaatan kepada Allah swt. yang diperintahkan dalam kitab suci adalah dengan mengajak orang lain untuk menerapkan agama Islam secara menyeluruh dan membiarkan orang lain mengelola harta mereka dengan baik, di darat ataupun di laut tanpa dicegah dan dihalang-halangi. Akan tetapi meskipun dibebaskan, Umar bin Abdul Aziz tetap membatasi kebebasan tersebut. Ia dengan tegas melarang jual beli barang yang diharamkan, seperti khamr. Siasat Umar ini disambut hangat oleh masyarakat, karena mereka merasa kebebasan mereka untuk bekerja telah kembali, karena sebelumnya masyarakat merasa sangat tertekan. Pada masa ini perniagaan sangat berkembang pesat.
  1. Membentuk siasat baru dalam bidang pertanian
  • Dilarang jual-beli tanah khiraj (pajak tanah orang kafir yang masuk wilayah Islam)

Masyarakat pernah meminta kepada Abdul Malik bin Marwan, agar al-Walid (khalifah sebelum Umar) memberikan izin kepada mereka untuk membeli tanah dari kafir-kafir dzimmi, lalu mereka diizinkan dengan syarat membayarkan harga tanah itu ke Baitul Mal. Tetapi setelah Umar menjabat sebagai khalifah hal tersebut dilarang, dan jual-beli yang telah terjadi sebelumnya tidak dibatalkan tapi dibiarkan begitu saja.

  • Memperhatikan kesejahteraan petani dan memberi keringanan atas mereka.

Beberapa khalifah sebelum Umar selalu mempersulit para petani dengan menetapkan macam-macam pajak dan biaya, maka tidak aneh jika para petani merasa kesulitan dan akhirnya meninggalkan ladang mereka tanpa menanam apapun.

  • Perbaikan, pemeliharaan,dan pembukaan lahan

Umar bin Abdul Aziz mendorong masyarakat untuk membuka lahan baru dan memperbaiki lahan yang sudah ada untuk kemudian dijadikan lahan pertanian. Ia pernah menuliskan surat kepada pejabatnya di Kufah,”Janganlah kau samakan petani yang bercocok tanam di tanah yang subur dan di tanah yang rusak”.

  • Umar dan tanah hima (ladang yang luas namun dilarang bagi pengembala untuk memberi makan hewan ternaknya disana).

Umar memutuskan sebuah larangan bagi seseorang menjadikan tanah hima menjadi tanah pribadi. Ia hanya memperbolehkan untuk milik umum dan tidak untuk sekelompok orang saja.

Siasat Pemasukan Uang Negara

Mensiasati keuangan negara, baik dari segi pemasukan ataupun pengeluaran sangat berperan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Adapun upaya yang disiasati oleh Umar untuk pemasukan adalah :

  • Zakat
  • Jizyah
  • Khiraj/ pajak wilayah
  • Usyur/ Beacukai

Siasat Pengeluaran Uang Negara

  • Memberikan bantuan kepada kaum fakir dan miskin
  • Memberikan bantuan kepada orang-orang yang terlilit hutang
  • Memberikan bantuan kepada tawanan dan tahanan
  • Memberikan bantuan kepada musafir dan ibnu sabil
  • Memberikan bantuan kepada hamba sahaya agar dapat dimerdekakan

Intinya, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (717-720), ia menyatakan ketika penobatannya sebagai khalifah bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya.

 

Oleh : M. Yasin Fadilah, Semester VI

Leave a Reply