Alumni Ma’had Aly Jakarta Alfin Fanani: Santri Harus Bergerak Supaya Berkah

Alumni Ma’had Aly Jakarta Alfin Fanani: Santri Harus Bergerak Supaya Berkah

Ma’had Aly – “Pandangan keliru seorang terhadap santri yang selama ini terjadi adalah, memandang mereka sekadar sebagai tukang baca doa, tukang bungkus berkat. Padahal, seorang santri bisa menjadi ekonom, banker, teknorat, pendidik dan sebagainya.” Begitu pesan Abah Yai Noer, di setiap kesempataan beliau selalu berpesan kepada para santri dan alumnus supaya santri tidak harus selalu menjadi Kiai, santri dapat memasuki berbagai sektor kehidupan di masyarakat.

Rupanya, inilah nilai ajaran yang dipegang teguh oleh Alfin Fanani. Seorang alumni Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta yang saat ini tengah menjabat sebagai ketua LTN NU (Lembaga Ta’lif wa Nashr Nahdlatul Ulama) Jakarta Barat. Sebuah lembaga infokom dan publikasi Nahdlatul Ulama.

LTN NU merupakan sebuah lembaga yang memiliki tujuan utama sebagai media publikasi yang berkaitan dengan pembukuan, karya-karya penulisan dan karangan yang bernuansakan Nahdlatul Ulama. Ketua PCNU Jakarta Barat, Kiai Agus Salim mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini kegiatan yang dilakukan secara luring atau tatap muka akan sedikit demi sedikit tergeser dengan media online.

Oleh sebab itu, di momentum pandemi seperti ini LTN NU Jakbar memiliki peran penting sebagai mediasi dakwah Islam ahlus sunnah wal jama’ah. Optimalisasi peran LTN NU di tengah masyarakat sangat krusial, mengingat posisi lembaga ini sebagai media pergerakan dakwah.

Alfin Fanani kali pertama terjun di lembaga tersebut pada Desember 2019 sebagai ketua, bersama 5 anggota kepengurusan lainnya. Dan pada 6 Juni 2021, beliau memaksimalkan kinerja LTN NU JAKBAR dengan meresuffle beberapa pengurus lama dengan generasi baru, yang memang berpotensi di bidang masing-masing. Berbeda dengan kepengurusan pertama, yang memang struktur keanggotan dipilih dan ditentukan oleh ketua pusat LTN NU.

Untuk mencapai pemaksimalan kinerja ini, beliau membuka kesempatan kepada generasi-generasi muda seperti pemuda IPNU, IPPNU, PMII bahkan remaja masjid untuk menempati kepengurusan di LTN NU JAKBAR. Dari para pemuda ini, beliau memilih beberapa yang memang sudah mumpuni dan ahli di bidang masing-masing. Sehingga akan lebih mudah dalam mencapai upaya pengoptimalisasi sehingga dapat bersaing dengan media-media Islam lainnya.

Potensi yang dimiliki Alfin Fanani, dalam menggerakkan peran di LTN NU Jakbar dapat menjadi acuan para mahasantri agar tidak sungkan mencoba hal-hal baru di luar sana. Beliau berpesan bahwa di mana pun kapan pun, tanam dengan baik-baik kalimat al-harakah barakah, bergeraklah supaya berkah. Seorang santri harus semangat dan mestinya tidak bermalas-malasan supaya hidupnya berkah.

Kontributor: Maylitha Luciona D., Semester V

Leave a Reply