Lantunan Bonang yang Menyihir Pendengarnya

Lantunan Bonang yang Menyihir Pendengarnya

Ma’had Aly – Jika  mendengar kata bonang, ada beberapa di antara kita spontan berpikir tentang salah satu tokoh penyebar Islam di Nusantara, tepatnya di Pulau Jawa dan termasuk juga dalam Wali Songo di Nusantara pada masa itu yaitu pada abad sekitar 14-15 M. Ialah Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang kerap kali akrab disebut Sunan Bonang. Pada saat sebagian besar masyarakat di Pulau Jawa masih belum mengenal Islam, beliaulah salah satu yang memberikan distribusi besar dalam proses islamisasi di salah satu pulau terbesar di Nusantara ini. Dengan menggunakan pendekatan yang bersifat seni dan sastra, salah satunya menggunakan alat musik yang diberi nama bonang, yang saat itu kesenian tersebut dicintai oleh khalayak pada masanya, sehingga Sunan Bonang sukses besar membuat masyarakat untuk masuk dan menganut agama yang Rahmatan lil ‘Alamin yaitu agama Islam.

Agar kita dapat memahami materi kali ini, yaitu lantunan indahnya suara  alat musik bonang yang dapat menyihir para pendengarnya, penulis akan membahas sepintas tentang biografi Sunan Bonang dan sedikit pengertian tentang alat musik bonang. Sehingga dapat dipahami korelasi antara Sunan Bonang dengan alat musik bonang itu sendiri.

  • Biografi Sunan Bonang

Sunan Bonang adalah putra keempat Sunan Ampel dari perkawinan dengan Nyai Ageng Manila putri Arya Teja, Bupati Tuban. Beliau juga adalah kakak dari Sunan Drajat. Nama aslinya adalah Raden Maulana Makdum Ibrahim. Beliau diperkirakan lahir pada bulan muharram 1456 M. Karena merupakan keturunan dari Sunan Ampel, tentu silsilah Sunan Bonang juga sama atau mengikuti silsilah Sunan Ampel, yakni masih merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad saw.

Selain memiliki empat saudari seibu, Sunan Bonang juga memiliki beberapa orang saudari dari lain ibu. Di antaranya adalah Dewi Murtosiyah yang diperistri Sunan Giri dan Dewi Murtosimah yang diperistri Raden Fatah. Babad cerbon masih menyebut bahwa dari  istri ayahnya yang lain, Sunan Bonang memiliki saudara Seh Mahmud, Seh Saban alias Ki Rancah, Nyai Mandura, dan Nyai Piah. Keterangan tentang saudara-saudari Sunan Bonang dalam Babad ing Gresik yang menyebut nama sembilan orang putra Sunan Ampel : (1) Nyai Ageng Manyuran, (2) Nyai Ageng Manila, (3) Nyai Ageng Wilis, (4) Sunan Bonang, (5) Sunan Drajat, (6) Ki Mamat, (7) Seh Amat, (8) nyai Ageng Medarum, dan (9) Nyai Ageng Supiyah.

Oleh karena ibu kandungnya berasal dari Tuban dan adik kandung ibunya, Arya Wilatikta, menjadi Adipati Tuban, Sunan Bonang sejak kecil memiliki hubungan khusus dengan keluarga Bupati Tuban, yang sampai wafat pun beliau dimakamkan di Tuban. Sehingga beliau sejak kecil sudah tidak sulit untuk mengakses dan mempelajari seni dan kebudayaan daerah setempat.

Dalam berdakwah, Raden Makdum Ibrahim sering menggunakan wahana kesenian dan kebudayaan untuk menarik simpati masyarakat. Salah satunya dengan perangkat gamelan, gamelan Jawa yang disebut Bonang, menurut R. Poedjosoebroto dalam wayang lambang ajaran Islam (1978), kata “bonang” berasal dari suku kata Bon + nang = babon + menang = baboning kemenangan = induk kemenangan. Bonang sendiri adalah sejenis alat musik dari bahan kuningan berbentuk bulat dengan tonjolan dibagian tengah, mirip gong ukuran kecil. Sunan Bonang juga dikenal sebagai penggubah tembang-tembang Jawa dan membuat berbagai jenis gending untuk berdakwah. Bahkan, ia dianggap sebagai salah satu seorang penemu alat musik gamelan Jawa yang disebut dengan Bonang, yaitu nama gamelan yang diambil dari nama tempat yang menjadi kediaman Sunan Bonang, yaitu desa Bonang di daerah Lasem (Rembang). Tidak hanya ahli dalam memainkan bonang dan gamelan, Sunan Bonang juga sangat piyawai memainkan kesenian wayang kulit bersama dengan Sunan Kalijaga, Sunan Prawoto dan Raden Fatah yang pastinya media wayang kulit ini juga dipakai untuk menyebarkan dakwah Islam.

  • Alat Musik Bonang

Sebagaimana telah disinggung pada bab sebelumnya, kiranya pembaca sudah tau sepintas tentang alat musik bonang. Bonang adalah salah satu instrumen/alat musik yang dipakai dalam gamelan jawa. Pengertian dari gamelan sendiri yaitu himpunan alat musik yang biasanya menonjolkan demung, saron, peking, gambang, kendang, dan gong. Istilah gamelan sendiri merujuk pada instrumen atau alat-alat yang dipakai saat pementasan gamelan itu sendiri, yang mana saat dibunyikan harus secara bersamaan sehingga menjadi suara  satu kesatuan yang utuh. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu Gamel yang berarti memukul/menabuh, kemudian dikasih imbuhan -an diakhir yang menjadikannnya kata benda.

Alat musik bonang bisa dikatakan alat musik inti dari orkes gamelan, karena suara musik gamelan didominasi oleh bonang. Ada pun bentuk  dari alat musik bonang itu sendiri adalah seperti gong kecil yang diletakan berjejer yang disusun di atas tali yang terentang di antara kerangka sandaran kayu. Bonang juga diatur dalam dua baris, dan masing-masing elemen memiliki tangga nada yang berbeda. Bonang dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu bonang barung dan bonang penerus, dan semuanya dimainkan dengan cara yang sama yaitu dipukul menggunakan kayu yang lunak.

  • Lantunan yang Membawa Hidayah

Maulana Makdum Ibrahim adalah seorang da’i yang sangat jenius dan mahir dan bidang seni dan budaya, sehingga dalam mendakwahkan Islam pun beliau menggunakan media kesenian dan sastra. Meskipun pada masa awal dakwah beliau pernah mengalami sedikit kegagalan saat di daerah Kediri karena masih menggunakan kekerasaan sehingga terjadi banyak konflik antara Sunan Bonang dengan penduduk setempat yang pada saat itu masyarakat Jawa pada umumnya masih menganut agama leluhurnya yaitu ajaran tantrayana. Yang pada akhirnya dari cara kekerasan tersebut Sunan Bonang beralih menjadi melakukan pendekatan melalui seni sastra dan budaya.

Berkat keilmuan Sunan Bonang yang sudah sangat mumpuni dan sangat matang yang beliau peroleh langsung dari ayahnya dan guru-gurunya, akhirnya terciptalah konsep  dakwah yang sangat menarik minat masyarakat Jawa pada saat itu dari media kesenian terutama dari media gamelan/orkes gamelan. 

Sunan Bonang dikenal sebagai pencipta salah satu alat musik pengiring gamelan yang mendominasi, yaitu bonang. Yang apabila  alat tersebut dimainkan dengan benar akan menghasilkan suara yang sangat merdu. Terlebih lagi, apabila yang memukul atau menabuhnya ini Sunan Bonang sang penciptanya langsung, pasti suara bonangnya akan jauh lebih merdu dari biasanya. Sehingga, apabila beliau yang membunyikan bonang, pengaruhnya akan sangat besar bagi para pendengarnya. Karena permainan bonang yang dimainkan oleh Sunan Bonang ini bukanlah hanya permainan kesenian Jawa semata, melainkan beliau juga memasukan ajaran-ajaran Islam di dalamnya, maka setelah beberapa saat berlalu dan melihat hasilnya ternyata cukup memuaskan dan mujarab. Terbukti karena banyak masyarakat yang tertarik simpatinya sehingga banyak dari mereka pun yang dengan mudah menerima Islam karena mendengarkan lantunan bonang yang dimainkan oleh putra dari Sunan Ampel ini. Sehingga masyarakat yang pada awalnya banyak yang enggan dan banyak juga yang terpaksa dengan menerimanya dakwah Sunan Bonang, beralih menjadi sangat sukarela dan dengan senang hati tanpa paksaan mempelajari tentang Islam melalui media kesenian ini.

Referensi

Aizid Rizem, Sejarah Islam Nusantara, Dari analisis historis hingga arkeologis tentang penyebaran Islam di Nusantara, Jakarta: DIVA Press, 2016.

Astono Sigit, Apresiasi Seni 1, Seni Tari dan Musik, Cetakan Kedua, Jakarta: Yudhistira, 2007.

Kristiani Dian, Ensiklopedia Negeriku, Alat Musik Tradisional, Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer, 2015.

Sunyoto Agus, Atlas Wali Songo, Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah, Depok: Pustaka Iman, 2017.

Syamsudin Abidin, Fakta Baru Walisongo. Cetakan III,  Jakarta: Pustaka Imam Bonjol, 2018.

Oleh : Muhammad Gustoni, Semester III

Leave a Reply