Wawasan Kemahasantrian dan Kepesantrenan

Wawasan Kemahasantrian dan Kepesantrenan

Oleh: Ust. Manhalul Ilmi, Lc
Dalam MASTAMA (Masa Taaruf Mahasantri) Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta 2019
(Rabu, 31/07/2019)

Proses berdirinya Mahad Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta berawal pada tahun 2003 di bawah naungan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat Jakarta. Ketika itu para kiai bermusyawarah mufakat mengenai akan didirikannya Mahad Aly/perguruan tinggi berbasis pesantren yang lebih baik dari pada perguruan tinggi lainnya.

Pada tahun 2006 pertemuan diadakan dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Surya Dharma Ali membahas mengenai perguruan tinggi yang ada di pesantren yang lebih mengedepankan kitab kuning. Sehingga pada 30 Mei 2006 peresmian tersebut dilakukan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Mahad Aly sama statusnya seperti perguruan tinggi lainnya, seperti STAIN, UIN, dll. Namun, Di Ma’had Aly hanya ada satu prodi seperti halnya di Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta ini, yaitu Prodi At-Taarikh al-Islam wa Tsaqafatuh atau Sejarah dan Peradaban Islam.

Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah mendidik mahasantri untuk menjadi orang yang berilmu di antaranya dengan mengedepankan tujuh sikap berikut:

1. Budaya membaca, merupakan salah satu cara bagi orang yang berilmu untuk mengembangkan pengetahuannya, karena dengan membaca akan menambah wawasan baru.

2. Tidak egois, sebagai Mahasantri yang hidup di pesantren dan berbaur dengan masyarakat jangan pernah mengedepankan sikap ego.

3. Agent of change, mahasantri Mahad Aly Jakarta yang berada ditengah ibu kota yang siap menghadapi tantangan zaman, harus mampu membawa perubahan baik bagi dirinya, keluarganya, bangsa dan negara.

4. Bermoral, santri ber-atittude, berakhlakul karimah merupakan ciri khas bagi Mahasantri Mahad Aly sebagai santri yang paling tinggi.

5. Pemersatu, dari berbagai daerah baik Jawa, Sumatra, Kalimantan, Lombok, Sulawesi dengan berbagai bahasa yang berbeda-beda, namun Mahasantri Mahad Aly mampu bersatu padu.

6. Kritis, kahasantri Mahad Aly harus mampu berpikir kritis, berpikir rasional dalam segala hal.

7. Semangat yang tinggi untuk membawa perubahan, perubahan bagi bangsa dan negara berada ditangan anak muda, sehingga Mahasantri Mahad Aly harus tetap bersemangat membawa perubahan dengan sikap yang bermoral, berakhlakul karimah dan kritis bagi negeri ini. (Milasari)

Leave a Reply