Dengan Menguatkan Silaturahmi, Bangsa Makmur, Rezeki Tak Mudah Luntur

Ma’had Aly – Di dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita melakukan silaturahmi kepada tetangga ataupun kerabat. Kenapa dianjurkan untuk bersilaturahmi? Karena silaturahmi itu sangat penting dalam keseharian kita. Silaturahmi adalah tradisi saling mengunjungi atau berkunjung kepada saudara, kerabat atau sahabat agar hubungan kekeluargaan, kekerabatan, dan persahabatan tidak terputus.

Di antara bentuk pendekatan yang paling berharga, ketaatan yang paling agung, mendatangkan manfaat besar dan menyeluruh di dunia dan akhirat adalah silaturahmi. Kata silaturahmi menurut KBBI adalah tali persahabatan (persaudaraan). Sedangkan kata shilaturahim yang sering kita dengar (sebagai kata lain dari silaturahmi) berasal dari dua kata yakni : shilah yang berarti hubungan dan rahim yang berarti peranakan.  

Menurut pendapat para tokoh yaitu sebagai berikut:

  1. Menurut Imam An-Nawawi, shilaturahim itu dengan berbuat baik kepada kerabat sesuai dengan kondisi orang yang menyambung dan disambung.
  2. Abu Thayyib mengartikan shilaturahim dengan sebagai ungkapan tentang berbuat baik kepada kerabat, orang yang memiliki hubungan nasab dan perkawinan.
  3. Ibnu Abi Hamzah mengartikan shilaturahim dengan menyampaikan kebaikan yang mungkin disampaikan, dan menghilangkan keburukan yang mungkin dihilangkan, sesuai dengan kesanggupan.
  4. Al-Ma’nawi mengatakan bahwa shilaturahim adalah menyertakan kerabat dalam kebaikan.

Nah, dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, shilaturahim yakni hubungan yang bertalian dengan keluarga saja. Kemudian, untuk memahami silaturahmi yang belakangan dianggap kurang asli Arab, tidak terbatas hanya kepada keluarga. Bertemu teman, tetangga, maupun siapa saja yang tidak ada hubungan darah, ya silaturahmi.

Silaturahmi sudah menjadi istilah Indonesia yang memiliki arti khas Indonesia, tidak bisa disalahkan dan dianggap tidak sesuai dengan bahasa Arab. Karena kata yang kita serap dari bahasa Arab tersebut, sudah mengalami perluasan makna. Dapat dikatakan bahwa cakupan silaturahmi itu sangat luas. Tidak hanya menyangkut keluarga yang bertalian darah, tetapi juga hubungan antara sesama manusia dan hubungan antar manusia dengan sekitarnya.

Silaturahmi ada bermacam-macam yaitu silaturahmi dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, dengan seagama dan yang terakhir itu silaturahmi dengan alam sekitar. Silaturahmi itu menyambungkan rasa kasih sayang dan persaudaraan dengan kerabat terdekat dan seluruh manusia. Silaturahmi sangat dianjurkan dalam Islam.

Islam adalah ajaran agama yang selalu menjaga hubungan antarmanusia dan menjaga hubungan dengan Tuhan, sebab itu dari awal Islam mengajarkan untuk menjaga tali silaturahmi kepada keluarga maupun sesama manusia. Begitu pentingnya silaturahmi dalam Islam, Nabi memberikan motivasi tersendiri agar umat Islam senantiasa menjaga hubungan baik kepada sesama manusia atau kerabat.

Dalam hadist riwayat Bukhari Rasulullah saw. bersabda:

عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa suka dilapangkan pintu rizki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.”

Bertambah dan berkembangnya harta benda, juga keberkahan usia seseorang disebabkan selalu melakukan berbagai perbuatan yang bermanfaat, termasuk menyambungkan tali silaturahmi.

Hadis di atas sangat jelas bahwa silaturahmi itu dapat melapangkan rizqi. Bagaimana silaturahmi itu bisa melapangkan rizqi? silaturrahim dapat membuka pintu rizqi karena Allah memang memberikan kelapangan rizqi dari jalan mana saja. Rezeki itu sebagai ganjaran bagi orang yang suka menjalin silaturahmi.  Nah, orang yang suka menjalin silaturahmi itu akan memiliki banyak kenalan, mitra bisnis dan lain sebagainya. Tidak hanya pintu rizqi saja yang terbuka melainkan dapat memperpanjang umur.

Penerapan perintah dalam menyambung tali silaturahmi akan menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang, kedamaian  dan ketentraman, sehingga hubungan baik itu akan selalu terjaga atau terjalin dalam kehidupan masyarakat muslim di manapun bersosialisasi antara satu dengan lainnya.

Adapun manfaat silaturahmi yaitu sebagai berikut:

  1. Membawa berkah dan membuka pintu rezeki
  2. Dapat memperluas persaudaraan dan mempermudah rezeki
  3. Menjadi sarana memperoleh ilmu
  4. Memperpanjang Umur

Secara logika, rasanya tidak akan habis pikir bagaimana cara silaturahmi membuat seseorang menjadi panjang umur. Ketika seseorang berada dalam keadaan sakit atau sehat, ketika dia mengamalkan silaturahmi dengan berkunjung kepada orang lain, maka secara tidak langsung akan berbagi kabar mengenai kondisi masing-masing. 

Tali persaudaraan tentu saja menjadi simpul penguat persaudaraan, tanpa silaturahmi, tali persaudaraan ini akan rapuh dan lama kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Silaturahmi juga memungkinkan kita menjadi bangsa yang makmur. 

Kita harus melakukan silaturahmi dengan cara apapun yang kita bisa. Siapapun pasti senang berteman dengan orang yang berakhlak baik. Akhlak baik akan menjaga hak-hak orang lain. Dengan akhlak yang baik pula, silaturahmi dapat terjalin dengan baik.

Ada beberapa tips mempererat hubungan silaturahmi yaitu sebagai berikut:

  1. Dengan mendahulukan sanak keluarga yang terdekat dalam segala kebaikan. Terutama orang tua. Orang tua adalah orang yang terdekat yang mempunyai jasa tidak terhingga dan kasih sayang yang besar.
  2. Mengingat kebaikan sanak keluarga kita.
  3. Menghafal nasab dan seluruh nama-nama saudara kita.
  4. Jangan menyakit, mendzalimi dan berbuat buruk kepada sanak keluarga.

Adapun keutamaan menjaga silaturahmi itu sebagai berikut:

  1. Memperoleh nilai ibadah
  2. Meningkatkan kualitas keimanan
  3. Dilapangkan rezeki
  4. Hidupnya akan dikenang sebagai orang yang baik
  5. Menjauhkan diri dari neraka

Berikut cara menjaga silaturahmi.

  1. Mengunjungi rumah kerabat atau tetangga
  2. Menjaga komunikasi agar tetap terjaga dan tidak terputus
  3. Menengok kerabat atau tetangga yang sedang sakit atau yang sedang mengalami musibah
  4. Menghadiri undangan jika diundang
  5. Mengucapkan selamat atas kabar gembira yang dialaminya
  6. Memberi bingkisan atau tanda kasih, untuk mempererat hubungan.

Nah, itu semua adalah cara menjaga sebuah tali persaudaraan. Kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk menjaga silaturahmi antar sesama. Dengan menjaga silaturahmi, sesama manusia akan saling menghargai, mengasihi satu sama lain.

Marilah kita jaga tali persaudaraan.

 

 

Referensi

Syarbini, Amirullah. Keajaiban Sedekah dan Silaturahmi. Jakarta. PT. Elex Media Komputindo. 2011.

Mufid, Mohammad.  Inilah Jalan Yang Lurus Jalan Hidup Nikmat Dunia dan Akhirat. Jakarta. PT Elex Media Komputindo. 2016.

Mariana, Anna.  Berkah dan Manfaat Silaturahmi. Bandung. Ruang Kata Imprint Kawan Pustaka.  2012.

Kurniawan, Dede. Kumpulan Hadist Pilihan. Bandung. PT. Mizan Pustaka. 2009.

Mudzakkir, Ahmad. Sapu Jagat Keberuntungan. Jakarta. PT. Elex Media Komputindo. 2018.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *