Sejarah dan Keunikan Air Zamzam

Ma’had Aly – Zamzam ialah sumur masyhur dan diberkahi yang berada di timur Ka’bah. Kaum muslimin memberikan perhatian penuh terhadap sumur zamzam sejak zaman Rasulullah saw sampai sekarang. Khalifah dan pemimpin kaum muslimin membangun dan merenovasi sumur ini untuk memudahkan jamaah haji dan siapa saja yang ingin meminum airnya. Air zamzam disebut sebagai rajanya air, air yang paling tinggi derajatnya dan paling berharga bagi umat manusia di dunia. 

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari Muslim dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda kepada Abu Dzar yang saat itu sudah tinggal di Mekkah selama 40 hari 40 malam tanpa makanan sedikitpun. Nabi Muhammad saw bersabda kepadanya, “Sesungguhnya air zamzam adalah makanan bagi yang lapar…” dalam riwayat selain dari Imam Muslim ditambahkan, “… dan obat bagi penyakit …”

Banyak muslim telah mencoba meminum air zamzam dengan niat mendapatkan kesembuhan dari beberapa macam penyakit. Dengan izin Allah swt, banyak di antara mereka yang menjadikan air zamzam sebagai makanan selama beberapa hari. 

Dalam hadits lain Nabi Muhammad saw bersabda, “Air zamzam tergantung maksud peminumnya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya (Kitab Al-Manasik). Dalam jalan lain dari Ibnu Abbas menambahkan: “Air zamzam tergantung maksud diminumnya. Jika kau meminumnya demi mencari kesembuhan dengan lantaran air zamzam tersebut , maka Allah akan menyembuhkanmu. Jika kamu meminumnya untuk menghilangkan dahagamu maka Allah akan menghilangkannya. Ia adalah air yang keluar dari sumur yang digali Malaikat Jibrill as. dan minuman Allah untuk Nabi Ismail as. Banyak hadits dari nabi yang membahas tentang air zamzam beserta keutamaannya. 

Sejarah air zamzam bermula ketika Nabi Ibrahim as. hendak pergi, istrinya Siti Hajar panik akan tandusnya tempat dan ketiadaan air, tanaman, dan penduduk saat itu. Ia pun berlari mengejar suaminya dan bertanya: “Kepada siapa kamu pasrahkan kami? Kepada siapa kau tinggalkan kami di tempat yang tandus ini?”

Nabi Ibrahim as. menjawab. “Kepada Allah swt.”

Siti Hajar pun berkata, “Aku pasrah menerima Allah swt”. Selanjutnya dengan segala kepercayaan atas status kenabian dan kerasulan suaminya, Siti Hajar bertanya: “Apakah Allah swt memerintahkan hal ini kepadamu?”

Nabi Ibrahim as mengiyakan dan terus melanjutkan perjalanannya hingga lenyap dari pandangan istri dan anaknya. Setelah itu ia menghadapkan wajahnya ke arah Baitullah dan berdoa untuk istri dan anaknya, semoga Allah swt. memberikan rezeki dan perlindungan. 

Kemudian ketika Siti Hajar berada di atas bukit Marwah untuk ketujuh kalinya, ia mendengar ada suara yang memanggilnya. Lalu ia mempertajam pendengarannya dan mendengar suara itu, Siti Hajar berkata, “Aku mendengarmu, siapapun kamu, apakah kamu dapat menolongku?” Ternyata ia melihat ada malaikat menghentakkan kakinya (atau mengepakkan sayapnya, keraguan dari perawi) hingga keluarlah mata air di tempat itu. Maka Siti Hajar pun segera turun ke sumber air tersebut dan mengambilnya lalu memasukkannya ke dalam kantong, dan air itu pun tetap memancar meski telah diambil oleh Siti Hajar.

Munculnya sumur di tengah bebatuan padang pasir yang senantiasa berubah-ubah dan tidak stabil, dengan kepadatan batu yang tidak tertembus dan terembesi air merupakan suatu kejadian yang sangat menakjubkan. Lebih menakjubkanya, ternyata sumur zamzam terus memancarkan air segar selama lebih dari 3000 tahun kendati telah digali berkali-kali sepanjang masa. 

Sebagai salah satu mukjizat fisik yang menunjukkan kemuliaan dan kedudukan Nabi Ibrahim as, sumur zamzam juga menyimpan manfaat dan khasiat yang hingga sekarang masih dipercaya kegunaannya.

Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwasanya ia selalu membawa air zamzam setiap kali berziarah ke Mekkah Al-Mukarramah. Dan Rasulullah saw juga suka membawanya untuk diminumkan pada orang-orang yang sakit dan dibasuhkan pada bagian-bagian tubuh yang sakit, sehingga mereka sembuh dari sakit dengan izin Allah swt tubuhnya pulih kembali.

Kemudian di zaman yang semakin berkembang, air zamzam diteliti dalam sifat alamiah dan kimiawinya. Air zamzam adalah air karbonasi yang tajam dan kaya akan unsur-unsur dan komposisi kimia bermanfaat sekitar 2000 miligram per liternya. Bandingkan dengan persentase kandungan garam di air sumur bor Makkah Al-Mukarramah dan oase-oase di sekitarnya yang hanya mencapai 260 miligram per liternya. Hal ini mengisyaratkan keunikan air zamzam dibandingkan dengan air-air lainnya.

Unsur-unsur kimia yang terkandung dalam air zamzam dapat dibagi menjadi ion-ion (bagian terkecil yang berisi muatan listrik) positif yang terdiri atas ion sodium, ion kalsium, potasium (unsur kimia yang halus dan berwarna putih) dan magnesium. Selain itu terdapat ion-ion negatif yang terdiri atas ion sulfat, bikarbonat, netrat dan ammonia. Setiap komposisi kimia ini masing-masing memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan vitalitas sel-sel tubuh manusia dan mengganti kekurangan dalam sel-sel tubuh. Hal ini terbukti mempunyai keterkaitan erat antara kekurangan komposisi kimia dalam tubuh manusia dengan berbagai macam penyakit.

Maha Suci Allah swt. yang telah memerintahkan penggalian sumur zamzam dengan banyaknya berkah, maha suci Allah swt. yang telah memerintahkan air ini untuk mengalir dengan deras melalui belahan-belahan kapiler yang sangat kecil. Semoga shalawat kesejahteraan, salam kedamaian dan keberkahan selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, Nabi Ibrahim as, Nabi Ismail as beserta keluarga, sahabat dan mereka yang mengikuti petunjuknya dan berdakwah di jalan Allah swt.

Referensi 

An-Najjar, Zaghlul. 2006. Pembuktian Sains dalam Sunah (Buku I). Jakarta: AMZAH.

Baqi, Muhammad Fu’ad Abdul. 2013. Shahih Bukhari Muslim. Terj. Abu Firly Bassam Taqiy. Jogjakarta: HIKAM PUSTAKA

Dale, Eickelman F. 2010. Al Qur’an Sains dan Ilmu Sosial. Yogyakarta: ElsaQPress.

Katsir, Imam Ibnu. 2002. Kisah Para Nabi. Terj. Dudi Rosyadi. Jakarta: PUSTAKA AL-KAUTSAR.

Qoyyim, Ibnu. 2002. Praktek Kedokteran Nabi. Terj. Abu Firly. Jogjakarta: HIKAM PUSTAKA.

M Saifudin Hakim, “Keutamaan dan Keistimewaan Air Zamzam (01)”, https://muslim.or.id/32166-keutamaan-dan-keistimewaan-air-zamzam-01.html 

Oleh : Iis Nur Faizah, Semester VI 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *