Perjalanan Islam di Negeri Asal Drakula

Ma’had Aly – Islam merupakan agama yang global, sehingga dapat diterima di mana pun dan kapan pun. Perkembangan agama Islam kian hari semakin menunjukkan perkembangannya. Bagaimana tidak? Sekarang Islam sudah mulai terlihat di setiap sudut kota dunia. Rupanya Islam  agama yang sangat menjunjung tinggi rasa kasih sayang terhadap setiap pemeluknya, saat ini tengah menjadi momok yang tengah dibicarakan oleh khalayak ramai. Terutama di belahan bumi Eropa. Ada yang pro maupun kontra terhadap ajaran agama Islam. Eropa merupakan benua yang mayoritas penduduknya beragama Kristen terutama Kristen Katolik Roma. Namun siapa sangka, ada satu wilayah yang menurut sejarah adalah pernah menjadi surga bagi para pemeluk Islam, yaitu Rumania. 

Rumania, sebuah negara yang terletak di Eropa Tenggara dan Eropa Tengah, atau bagian utara Semenanjung Balkan merupakan negara yang terkenal dengan legenda Drakula. Negara ini berbatasan dengan Hungaria dan Serbia di barat, Ukraina dan Republik Moldova di Timur laut dan Bulgaria di selatan. Negara Rumania terbentuk pada 1859 dan memperoleh pengakuan internasional pada 1918. Rumania termasuk negara dengan wilayah terluas ke-9 dan penduduk terbesar ke-7 di Uni Eropa.

Bahasa resmi Rumania adalah bahasa Rumania yang menjadi bahasa pokok bagi 91% penduduk Rumania. Ada juga bahasa Hongaria dan Rom yang menjadi bahasa minoritas yang dipakai oleh 6,7% dan 1,1% penduduk Rumania. Ekosistem Rumania terdiri dari ekosistem natural dan semi natural dengan persentase 47%, sebab hampir separuh hutan di Rumania digunakan untuk mengatur konservasi daerah aliran sungai. Di sana juga terdapat dua cagar biosfer yaitu, Taman Nasional Retezat dan Taman Nasional Rodna. Adapun yang paling terkenal adalah Delta Donau, bahkan menjadi situs warisan dunia.

Dari sisi ekonominya, Rumania tergolong negara yang berpendapatan menengah ke atas dengan produk domestik bruto sebesar $264 miliar dan PDB per kapitanya adalah sebesar $12.285, terhitung tahun 2008. Tingkat ekspor Rumania juga terus meningkat pada tahun-tahun terakhir terhitung dari 2008, dengan komoditas ekspornya adalah tekstil, peralatan elektronik, bahan mentah, mobil, mesin industri, produk agrikultur dan lain-lain. Negara partner dagang Rumania yang terbesar adalah Jerman dan Italia.

Islam bisa masuk ke Rumania setelah mengalami fase yang sangat panjang. Bagaimana tidak? Turki pernah menjadikan Rumania sebagai bagian dari kekhalifahan Turki Utsmani selama 5 abad. Bukan suatu hal yang asing jika Islam di Rumania sudah mempunyai akar tradisi yang sangat kuat walaupun agama minoritas.

Akar tradisi tersebut diwarnai oleh Islam Turki dan Tatar. Hal ini yang membuat umat Islam di Rumania sanggup bertahan. Populasi muslim terbesar Rumania terdapat di Dobruja Utara yang termasuk wilayah Rumania, dan Dobruja Selatan masuk dalam wilayah Bulgaria. Selain Dobruja, Constanta dan Tulcea juga menjadi wilayah yang dihuni oleh komunitas muslim.

Islam pertama kali hadir di Rumania ditandai dengan adanya rombongan muslim yang pertama masuk ke Dobruja pada 1263-1264 di era kekuasaan Ottoman Turki. Rombongan ini terdiri dari 10-12.000 muslim Turki Anatolia yang dipimpin oleh Sari Saltuk. Keberadaan muslim di Dobruja bisa dibuktikan dengan fakta yang ditulis, bahwa daerah Dobruja berada di bawah kepemimpinan Turki Utsmani selama lima abad. 

Sejarah mengatakan bahwa Islam sudah ada di Rumania sejak 700 tahun lalu, dibawa oleh prajurit Tatar dari kerajaan Golden Horde, pimpinan Noghai yang pertama membentuk desa-desa Islam di Dobruja. Noghai Tatar sengaja digunakan oleh para antropolog untuk membedakan dialek mereka dengan orang Tatar yang datang setelah mereka. 

Pada akhir abad 14 Sultan Bayezid I (1389-1402) sempat memindahkan muslim Dobruja ke Babadag. Namun akhirnya Sultan Bayezid I kalah dari Timur Lenk pada 1402 di Ankara. Situasi yang demikian diambil kesempatan oleh Pangeran Wallachia pada 1404 untuk mengambil alih Dobruja dari tangan Turki Utsmani. Tidak lama kemudian, antara tahun 1419-1420 Dobruja kembali diambil oleh Turki Utsmani di bawah kepemimpinan Sultan Mehmed I.

Selanjutnya, perluasan wilayah muslim di Dobruja dilanjutkan pada masa Sultan Bayezid II pada 1484 dengan ditaklukannya benteng Chilia dan Cetatea Alba, sehingga wilayah Dobruja menjadi kekuasaan Turki Utsmani sampai tahun 1877 ketika terjadi perang Rusia-Utsmani.

Sebagai negara yang menjadi surga pemeluk Islam, ternyata dahulu seluruh etnis penganut Islam yaitu, Turki, Tartar, Albania dan Gipsy berhasil membentuk suatu komunitas Islam yang kuat dan kokoh selama 10 abad. Namun pada abad ke-20 mereka mengalami kesulitan ekonomi dan kekuasaan rezim komunis selama 50 tahun menyebabkan populasi muslim Rumania menurun. 

Penganut Islam di Rumania hanya sebesar 0,3% dari jumlah penduduk Rumania. Tradisi Islam yang berkembang di sana didominasi dengan tradisi Turki. Mayoritas muslim Rumania digolongkan sebagai muslim Sunni yang menganut madzhab Hanafi. 

Setelah kekuasaan komunis sisa komunitas muslim Rumania masih bisa kita lihat di Dobruja, di sana terdapat keberagaman masyarakat muslim yang diwariskan oleh kekaisaran Ottoman Turki. Sebanyak 80 masjid yang berusia sekitar 75 tahun masih berdiri kokoh dan memberikan kesan indah bagi setiap orang yang datang ke kawasan Dobruja. Satu hal yang unik dari masyarakat di sini yaitu selalu mengucapkan salam pada siapa saja yang berjumpa dengan mereka.

Sejarawan muslim Rumania, Georges Gregory menuliskan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan perlakuan buruk dari penguasa non muslim setelah runtuhnya kekuasaan Ottoman. Bahkan dibangunkannya Masjid Raya Carol I di Constanta pada 1910 M menjadi bukti penghormatan penguasa non muslim kepada umat muslim di Rumania. Arsitektur masjid lebih diwarnai dengan  unsur campuran antara Bizantyum-Mesir dan ada sedikit unsur khas Rumania. Pada tahun 1992 setelah kejatuhan rezim komunis, pemerintah Rumania menyebut masjid Raya Carol I sebagai masjid bersejarah. 

Aplikasi ajaran Islam bahwa kebersihan adalah sebagian dari agama Islam dapat ditemukan di Dobruja. Buktinya wilayah Dobruja menjadi salah satu tujuan wisata paling penting di Balkan dan mampu mengangkat perekonomian muslim di Dobruja.

Ketika memasuki bulan Ramadhan, masyarakat muslim Rumania biasa mengadakan buka bersama. Baik muslim Indonesia yang menetap di Rumania atau muslim Rumania yang beretnis Turki dll. Biasanya mereka akan membawa makanan khas masing-masing untuk kemudian dimakan bersama-sama. Orang muslim Rumania yang berasal dari Turki, Tatar dan Albania, mereka akan berbuka dengan makanan khas Arab atau Turki. Kegiatan buka bersama juga dilakukan oleh sekolahan Turki dengan mengundang kepala-kepala sekolah dari negara lain untuk ikut merasakan berbuka puasa dengan muslim Rumania. 

Masyarakat muslim Rumania biasanya akan belajar membaca al-Quran ketika sudah menginjak usia lanjut, seperti yang dilakukan oleh muslim di Constanta. Alasanya karena ketika masih muda mereka tidak punya waktu untuk belajar al-Quran. Bahasa pengantar yang mereka gunakan ketika belajar al-Quran  adalah bahasa Rumania. Namun sesekali menggunakan bahasa Turki atau Tatar.

Sekarang penganut muslim Rumania tidak hanya terdapat di Dobruja dan Constanta, beberapa tahun terakhir banyak masyarakat non muslim Rumania yang tertarik untuk menjadi mualaf. Sehingga saat ini hampir di setiap sudut kota di Rumania terdapat komunitas muslim. Asosiasi Muslim Rumania yang berpusat di Bucharest mencatat bahwa kebanyakan para masyarakat non muslim Rumania masuk Islam pada bulan Ramadhan.

Komunitas muslim Rumania pada masa sekarang mayoritas terdapat di Constanta yang populasi muslimnya mencapai 60%. Constanta merupakan kota yang terletak di Rumania bagian Tenggara. Walaupun populasi muslim terbilang banyak, namun lingkungan Ortodoks Rumania masih terasa sangat kuat. Meskipun demikian, aktivitas Islam masih tetap terasa di sudut ibukota. Buktinya di sana terdapat komunitas yang masih belajar al-Quran sebagai penyemangat mereka untuk terus mempelajari Islam. 

Pakaian muslimah di Constanta tidak sepenuhnya mencerminkan bahwa mereka adalah seorang muslimah. Mereka para muslimah menggunakan pakaian panjang baik celana maupun baju, sedangkan penutup kepala atau yang sering kita sebut dengan kerudung, mereka gunakan hanya dengan melipat menjadi tiga dan diikat di bagian bawah dagu atau hanya diselempangkan ke bagian leher. Bahkan mereka menggunakan penutup kepala hanya ketika akan mengikuti kegiatan belajar membaca al-Quran. Begitulah, meskipun Islam terbilang mayoritas di Constanta tapi tidak sepenuhnya mewarnai kehidupan Constanta. Kendati demikian tidak menyurutkan semangat para muslim untuk beribadah dan terus belajar al-Quran.

Referensi

“Romanian Statistical Yearbook” PDF. Romanian National Institute of Statistics. 2007. (Diakses pada tanggal 31 Oktober 2019, pukul 09.11 WIB).

Ibrahim, Qasim A. Saleh, Muhammad A. 2014. Buku Pintar Sejarah Islam. Jakarta. Zaman.

Masbukin, Imam.  2013. Studi Islam Kawasan Pergumulan Islam dengan Budaya Lokal. Pekanbaru Riau; ZANAFA PUBLISHING. 

Nurdin, Ali. 2002. Denyut Islam di Eropa. Jakarta: Republika. 

Thohir, Ajid. 2011. Studi Kawasan Dunia Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 

Yundha Ningrum, Sejarah dan Pusat Islam di Rumania. Diakses dari http://wartasejarah.blogspot.com/2015/06/sejarah-dan-pusat-islam-di-rumania.html?m=1, pada tanggal 30 Oktober 2109, pukul 09.38 WIB.

Oleh: Izzatul Laili, Semester VII

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *