Mengenang KH. Abdul Jalal dan KH. Moh. Romzi al-Amiri

Ma’had Aly – Rabu, 07/10/2020, 7 hari telah berpulang KH. Abdul Jalal, Ma’had Aly Indonesia kembali berduka dengan wafatnya KH. Moh. Romzi al-Amiri, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid kemarin pagi. Dewan masyayikh, rektor, mudir, dosen, mahasantri, dan pihak Kemenag hadir dalam pembacaan surat Yasin dan tahlil virtual untuk kedua almarhum semalam.

Tepat pada jam 20:21 WIB, acara sudah dimulai dan dipimpin oleh Kiai Nurul Mubin pimpinan Ma’had Aly al-Mubarok Wonosobo. Selanjutnya, Kiai Abdul Haris memimpin pembacaan Yasin dan pembacaan tahlil dipimpin oleh Kiai Nur Hidayatulloh.

Usai pembacaan Yasin dan tahlil pun telah selesai, para kiai, sahabat, dan keluarga menuturkan beberapa cerita dari kedua sosok yang telah berjasa besar dalam mengembangkan Ma’had Aly ini.

Kiai Ahmad Muhyiddin Khotib mengawalinya. Beliau mengatakan, “KH. Abdul Jalal dan Dr. KH. Moh. Romzi al-Amiri adalah kedua orang yang sangat alim dan muhibbin.”

Kiai Abdul Jawad, kakak kandung KH. Abdul Jalal, beliau sedikit menceritakan tentang kisah adiknya ketika mondok di Sukorejo. “Adik saya itu mondok di Sukorejo dari SD. Dia tidak pernah lepas dari salat tahajud. Bahkan ketika SMP, dia menjadi tukang penanak nasi untuk para tukang dan santri. Dia setiap hari bangun malam melaksanakan salat tahajud, setelah itu baru menanak nasi. Sehingga dari pengabdiannya itulah dia bisa menjadi orang yang alim,” tuturnya sambil menitikan air mata.

Kiai Sewendi juga mengatakan bahwa kedua sosok ini adalah orang yang sangat berjasa bagi Ma’had Aly. Beliau mengibaratkan bahwa KH. Abdul Jalal adalah tiang penyanggah, sedangkan KH. Moh. Romzi al-Amiri adalah sebagai semen untuk memperkuat tiang tersebut.

“KH. Moh. Romzi al-Amiri adalah Imam al-Ghozali pada masa ini, karena beliau adalah orang yang sangat produktif dalam menulis berbagai kitab, tetapi Allah SWT lebih cinta padanya sehingga Allah SWT mengambilnya.”

Kiai Aceng Abdul Aziz seperti tak percaya bahwa harus kehilangan sosok KH. Abdul Jalal. “Padahal baru ketemu sekitar 3 minggu yang lalu saat pemberian SK untuk Ma’had Aly baru,” tuturnya.

Ia pun memaparkan perkataan Almarhum saat pembahasan PMA UU 18 tentang pesantren, “Kalau teman-teman tidak sanggup menjadikan Ma’had Aly berdiri sendiri di atas PMA, maka saya sendiri yang akan menyampaikan keinginan teman-teman semua.”

“Tidak pernah terlupakan dalam setiap agenda selalu satu kamar dan beliau ini adalah orangnya sangat baik. Beliau ini juga memiliki tekad yang kuat, dan idealis yang sangat tangguh dalam memperjuangkan Ma’had Aly,” ungkap Kiai Nur Hannan, Sekretaris Jenderal AMALI.

Kiai Suliyanto mewakili keluarga besar KH. Moh. Romzi al-Amiri menyampaikan permintaan maaf kepada semua orang, jika almarhum banyak salah dalam bergaul, tutur kata, dan mengucapkan terima kasih juga kepada hadirin karena sudah mau mendoakan beliau.

Semoga KH. Abdul Jalal dan KH. Moh. Romzi al-Amiri selalu mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Aamiin (Isa Saburai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *