Islam Minoritas di Belahan Bumi Swiss

Ma’had Aly – Dewasa ini, agama Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bisa dikatakan hampir di setiap negara terdapat penduduknya yang menganut agama Islam, meskipun bukan termasuk agama mayoritas. Salah satu faktor yang menyebabkan adanya Islam di setiap negara adalah karena dalam agama Islam setiap derajat manusia dianggap sama. 

Selain itu, karena dalam Islam dikenal adanya karakteristik global yang bisa diterima di ruang manapun dan di waktu kapan pun. Kendati demikian, berbeda jika Islam sudah masuk dalam sebuah kawasan. Dimana nantinya Islam yang bersifat global seakan menjadi melebur dengan kondisi lokalnya. Sehingga tidak menutup kemungkinan banyak masyarakat di setiap penjuru dunia yang ingin mempelajari dan memeluk Islam. Hal ini juga yang menjadikan Islam disebut sebagai agama yang mulia. 

Perkembangan Islam yang demikian juga terjadi di benua Eropa. Benua yang mayoritas penduduknya beragama Kristen terutama Kristen Katholik Roma. Walaupun di Eropa Islam tidak mengalami perkembangan yang pesat, namun terdapat beberapa negara di Eropa yang mengalami perkembangan Islam yang pesat diantaranya negara Spanyol, Belgia, Italia, Swiss, Islandia dan lain sebagainya.  Islam di Eropa pertama kali masuk pada zaman Dinasti Umayah di bawah kepemimpinan Abdurrahman ad-Dakhil, tepanya di Andalusia atau Spanyol. Dari situlah agama Islam mulai ada dan menyebar di Eropa. Salah satunya di negeri Swiss, dengan populasi muslim terbanyak terdapat di kota Basel. Disertai dengan peningkatan jumlah muslim yang tiap tahunnya terus bertambah, menandakan Islam tetap eksis walaupun sebagai agama yang minoritas. 

Swiss merupakan republik federasi yang berada di Eropa Tengah. Luasnya termasuk kecil sekitar 42.188 kilometer persegi dan penduduknya berjumlah 7,5 juta jiwa. Secara geografis, Swiss berbatasan dengan Jerman,Prancis, Italia, Austria dan Lienchtenstein.

Islam masuk ke Swiss bermula dari para pelaut Muslim dari Andalusia yang membangun negeri di Prancis Selatan. Kemudian para pelaut itu melakukan ekspansi dari Prancis Selatan sampai di St. Gallen di Swiss pada tahun 939 M/321 H.  Hadirnya para pelaut Andalusia itu tidak lain sebabnya karena Dinasti Islam di Andalusia saat itu tengah runtuh. Sebagian umat Islam Andalusia melakukan hijrah untuk menyelamatkan diri dari penyiksaan tentara Kristen. Salah satu tujuan mereka hijrah adalah negeri Swiss tepatnya di Swiss Selatan. Mereka berbaur dan bergabung dengan masyarakat sekitar. Kejadian hijrahnya umat Islam ke Swiss kembali terjadi pada pertengahan abad ke-14 H, yaitu setelah berkecamuknya perang dunia II. Saat itu ada sebagaian kecil umat Islam yang hijrah ke Swiss. Berkat kebaikan akhlak dan kelembutan hati dalam menyebarkan nilai-nilai Islam menjadikan beberapa penduduk asli Swiss berpindah memeluk Islam.

Tanda mulai menyebarnya ajaran Islam di Swiss adalah, masuk Islamnya seorang penyair Swiss yaitu Firtjof Schuon. Ia masuk Islam lantaran minatnya pada Islam yang sangat besar sehingga menjadikannya pindah ke Aljazair dan di sana ia mengucapkan syahadat dan dikenal dengan nama As-Syekh Isa Nur al-alawi al-Maryami. Sepulang dari mempelajari Islam, ia kembali ke Swiss dengan terus mendakwahkan agama barunya, yaitu Islam. Dengan tangan dinginnya dalam berdakwah menjadikan beberapa orang Swiss ikut memeluk Islam. Demikian juga dengan tahun-tahun berikutnya, umat Islam di Swiss semakin bertambah, baik dari orang asli Swiss maupun dengan hadirnya para imigran Muslim di Swiss. 

Secara kultural masyarakat Swiss mayoritas beragama Katholik. Disusul agama Kristen yang menjadi agama nomor dua di Swiss. Sehingga jika di kalkulasikan maka Islam merupakan agama terbesar ketiga di Swiss. Jumlah umat muslim di sana tercatat sekitar 340.000  orang pada tahun 2019. Adapun perkembangan jumlah umat muslim di Swiss dari setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Pada tahun 1980, muslim di Swiss hanya menyumbang 1% dari total populasi Swiss. Tahun 2009 populasi muslim naik lagi menjadi 4,26%. Begitu juga pada tahun 2013 pertumbuhan muslim meningkat di angka 5% dan 6,1% di tahun 2016. Sehingga Pusat Penelitian Pew mengatakan bahwa jumlah muslim di Swiss akan terus tumbuh menjadi 8,2% pada tahun 2050.  

Pertumbuhan Islam di Swiss yang terbesar terdapat di Kota Basel. Sebagian besar mereka adalah para imigran dari Arab, Kosovo, Afrika dan Turki. Seperti halnya dengan negara Eropa lainnya, Islam di Swiss berkembang melalui jasa para imigran. 

Tidak seperti negara Eropa lainnya, di negri Swiss kaum muslim tidak mengalami sebagaimana hal yang sedang terjadi di Eropa yaitu adanya isu perlakuan diskriminatif baik dari pemerintah maupun penduduk setempat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya yaitu;

  1. Kaum muslim di Swiss berasal dari kaum yang berbeda-beda
  2. Politik yang tidak menganggap warga muslim  mereka sebagai ancaman

Muslim di Swiss sering disebut muslim mozaik, sebab mereka berasal dari negara yang berbeda. Sama halnya dengan di negara  lainnya, di Swiss juga terdapat masjid sebagai tempat ibadah para muslim. Walaupun masih dalam jumlah yang sangat minim, yaitu tiga buah terbilang pada saat tahun 1978. Namun seiring berkembangnya zaman, pembangunan masjid terus mengalami peningkatan meski dalam skala yang kecil. 

Selain masjid sebagai tempat ibadah orang muslim, ternyata d Swiss juga terdapat suatu organisasi yang menjadi wadah para umat muslim Swiss. Organisasi itu bernama Federasi Organisasi Islam (The Federation of Islamic Organization). Muslim Swiss juga membentuk organisasi lain, yaitu Liga Muslim yang dibentuk dalam rangka untuk menjadi alat pemersatu seluruh muslim yang ada. Meskipun Islam di Swiss merupakan agama terbesar ketiga, namun tetap menjadi minoritas di Eropa. 

   

 

 

Referensi

Masbukin, Imam. Studi Islam Kawasan. Pekanbaru Riau. ZANAFA PUBLISHING. 2013.

Thohir, Ajid. Studi Kawasan Islam. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada. 2011.

Nielsen, Jourgen S. Muslim in Westren Europe. Edinburgh. 1992.

Imron, M. Ali. Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia. IRCiSoD. Yogyakarta. 2015.

Anggi Rosalia, “Perkembangan Islam di Eropa”, https://dalamislam.com/sejarah-islam/perkembangan-islam-di-eropa,  dikutip pada 24 Oktober 2019, pukul 22.21 WIB.

Oleh : Izzatul Laili, Semester VI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *