Haji Wada’: Tanda Perpisahan dengan Rasulullah saw

Ma’had Aly –  Agama Islam adalah agama yang begitu sempurna yang dibawa oleh Baginda Rasulullah saw dengan izin Allah swt untuk disampaikan kepada seluruh umat di dunia. Beliau menjalankan perintah Allah dengan penuh ujian dan rintangan, namun tetap beliau hadapi dengan lapang dada dan penuh ikhtiar. Beliau memang makhluk Allah yang sangat mulia, berjihad di jalan Allah hingga hembusan napas terakhir.

Rasulullah saw semasa hidupnya selalu menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya. Selain itu, beliau juga menunaikan ibadah haji ke Mekah semata-mata untuk beribadah kepada Allah swt dan sebagai rasa syukur beliau kepada-Nya. Masyarakat lainnya juga mengikuti apa yang dilakukan beliau. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke 5. Adapun rukun Islam antara lain: syahadat, shallat, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu. Pada hari Sabtu bulan Dzulqa’dah, beliau bersiap untuk berangkat ke Mekah untuk melaksanakan haji. Haji Wada’ adalah haji terakhir yang dilakukan Rasulullah saw. Sebelum berangkat, beliau mengumumkan kepada seluruh sahabat dan kaumnya bahwa beliau ingin melaksanakan ibadah haji. Dengan sigapnya semua sahabat dan kaumnya mengikuti Rasulullah saw untuk melaksanakan ibadah Haji. 

Dalam perjalanan, beliau singgah di Dzu Thuwa’, setelah itu beliau menunaikan ibadah shalat subuh dan mandi pagi pada hari Senin 4 Dzulqa’dah tepatnya di kota Mekah. Dzu Thuwa’ merupakan lembah yang berada di Mekah. Setelah memasuki Masjidil Haram, beliau langsung melaksanakan thawaf dengan mengelilingi Ka’bah dan diteruskan dengan sa’i antara bukit Shafa dan bukit Marwah tanpa bertahallul, sebab beliau melaksanakan ibadah haji Qiran. Haji Qiran adalah melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan. Pada tanggal 8 Dzulhijjah beliau pergi ke Mina kemudian berlanjut ke Arafah. Di sana terdapat 124.000 sampai dengan 144.000 umat muslim menunggu kedatangan Rasulullah untuk berpidato. Rasulullah saw bersabda, “Wahai sekalian manusia, dengarkanlah perkataanku! Aku tidak tahu boleh jadi ini akan menjadi pertemuan terakhir setelah tahun ini.” Dan pada waktu melempar jumrah, Rasulullah bersabda, “Pelajarilah manasik kalian dariku, karena aku tidak akan berhaji lagi tahun ini.” Setelah kejadian ini turunlah QS An-Nashr. Adapun kandungan surah tersebut adalah bahwa Allah swt akan menolong orang-orang mukmin dan memberikan kemenangan atas orang-orang mukmin yang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Maka segera bertasbihlah kepada Allah dengan memuji dan memohon ampunan kepada Allah swt, Dia maha penerima taubat.

Rasulullah saw berpesan kepada semua umat manusia untuk menyembah Allah swt, melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, serta membayar zakat, dan menunaikan ibadah haji. Setelah berpidato, Bilal melantunkan azan di lanjut dengan iqamah. Kemudian setelah semuanya terlaksana beliau memerintahkan untuk kembali ke Madinah dan meniatkan ibadah ini murni karena Allah swt.

Adapun keutamaan melaksanakan ibadah haji antara lain:

  1. Orang yang menunaikan ibadah haji selamanya akan menjadi tamu istimewa Allah swt meskipun kita melakukan dosa yang disengaja maupun tidak disengaja.
  2. Orang yang melaksanakan ibadah haji mendapatkan pahalanya seseorang yang berjihad di jalan Allah swt.
  3. Semua kebutuhan hidupnya di dunia akan tercukupi.

Dakwah beliau benar-benar sudah menjadi sempurna dan mulai lah tanda-tanda perpisahan dalam kehidupan beliau Rasulullah saw. Pada bulan Ramadhan tahun ke 10 H, beliau melaksanakan iktikaf di masjid selama 20 hari. 

Sedangkan beliau mempunyai kebiasaan iktikaf hanya 10 hari. Selain beriktikaf beliau juga pergi ke Uhud untuk melaksanakan salat atas orang-orang yang sudah meninggal. Ini semua merupakan tanda-tanda perpisahan Rasulullah saw kepada umatnya.

Pada hari Senin 29 bulan Safar tahun 11 H, beliau merasakan sakit di kepala dan suhu badannya semakin tinggi. Beliau jatuh sakit selama 14 hari. Saat Rasulullah saw sakit, tak lama kemudian istri beliau yang bernama Aisyah binti Abu Bakar as-Shiddiq, beliau pergi ke rumah Aisyah diantar oleh Al-Fadl Bin Abbas. Sesampainya di sana Aisyah membacakan mu’awwidzat lalu meniupkannya ke badan Rasulullah saw. Aisyah binti Abu Bakar as-Shiddiq merupakan istri Rasulullah yang ke-3 setelah menikahi Saudah binti Zam’ah, Rasulullah menikahi Aisyah pada tahun ke-10 pada bulan Syawal, Aisyah berumur 7 tahun sedangkan Rasulullah saw berumur 62 tahun. Beliau mempersunting Aisyah dengan mahar 400 dirham. Aisyah merupakan istri Rasulullah saw yang masih gadis dan beliau juga merupakan wanita yang mempunyai banyak ilmu dibanding yang lainnya. Bacaan mu’awwidzat adalah surah yang mempunyai kedudukan tertinggi daripada surah-surah yang lain, bisa dijadikan bacaan sebelum tidur dan bacaan rukiah. Surah ini terdiri dari QS. al-Ikhlas, an-Nash dan al-’Alaq.

Keesokan harinya Rasulullah saw bersabda, “Guyurlah air di seluruh badanku.” Sebab sakit Rasulullah semakin bertambah parah dan menggigil, kemudian Rasulullah beranjak dari tempat tidurnya untuk memberikan nasihat kepada umatnya. Beliau bersabda, “Kutukan Allah swt hanya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, sebab mereka telah menjadikan kuburan-kuburan menjadi masjid.” Selain itu beliau juga bersabda, “Barang siapa punggungnya pernah aku pukul, maka ini punggungku, silakan membalasnya. Barang siapa kehormatannya pernah kulecehkan, maka ini kehormatanku, silahkan membalasnya.” Rasulullah memanglah makhluk Allah yang sangat luar biasa, beliau hanya peduli dengan umatnya dibanding dirinya. Beliau merupakan kekasih Allah swt yang mempunyai banyak keistimewaan dan beliau sebagai suri tauladan bagi seluruh umatnya.

Rasulullah saw memberikan 3 wasiat kepada Umar bin Khattab, antara lain: 

  1. Mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari tanah Arab.
  2. Pengiriman para utusan dengan mengirim surat, ini merupakan salah satu dakwah beliau.
  3. Berpegang teguh dengan al-Qur’an dan hadis, serta selalu beribadah kepada Allah swt dengan menjalankan shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, dan semua yang dilakukan oleh beliau.

Semakin parah sakit yang diderita beliau, akan tetapi beliau tetap mengimami shalat bersama orang-orang muslim di masjid. Menjelang waktu Isya beliau bertanya kepada Aisyah, “Apakah orang-orang sudah melaksanakan shalat Isya?” Lalu Aisyah menjawab, “Mereka sedang menunggu engkau, ya Rasul.” Mendengar itu beliau bergegas untuk mengambil air wudu, akan tetapi beliau tidak sanggup untuk berdiri lagi sehingga beliau pingsan. Setelah sadar beliau bertanya lagi hingga 3 kali, jawaban Aisyah masih sama. Dengan itu beliau mengutus Abu Bakar untuk menjadi Imam selama beliau masih sakit. Pada hari Senin waktu duha beliau memanggil Fatimah untuk menghadap ke beliau. Beliau membisikkan Fatimah dan membuat Fatimah menangis lalu tersenyum. Di kemudian hari Fatimah memberitahu kepada kami semua bahwa Rasulullah berbisik kepadanya, beliau akan meninggal dunia dan orang yang pertama kali menyusul Rasulullah adalah putri tercintanya, Fatimah. Fatimah merupakan putri Rasulullah dengan istri pertamanya yaitu Siti Khadijah. Fatimah adalah wanita pemimpin semesta alam.

Detik-detik beliau terakhir beliau mengisyaratkan Aisyah untuk menggosok mulutnya menggunakan siwak yang dibawa oleh Abdurrahman Bin Abu Bakar. Setelah selesai bersiwak beliau mengusapkan air ke seluruh wajahnya lalu berdoa:

اللهم اعني علي منكرات الموت  “Ya Allah tolonglah aku dalam menghadapi kesulitan maut.” Selain itu Aisyah mendengar sebelum wafat beliau bersabda, “Bersama orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Ya Allah, ampunilah dosaku dan rahmatilah aku. Pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi Ya Allah, Kekasih Yang Maha Tinggi.” Beliau telah berpulang ke rahmatullah. Semua orang menangisi Rasulullah dan merasakan kesedihan yang mendalam. Hal ini terjadi pada hari Senin waktu duha tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 H, saat itu usia beliau 63 tahun lebih 4 hari. Setelah beliau wafat Abu Bakar sempat mencium Rasulullah saw dengan menempelkan mulutnya di antara mata Rasulullah. 

Abu Bakar pernah mendengar sabda Rasulullah bahwa Allah swt tidak akan mewafatkan para Nabi, melainkan dikubur di tempat yang paling disenanginya. Dengan ini jasad Rasulullah dimakamkan di tempat tidurnya. Akan tetapi makam Rasulullah saat ini berada di Kubah Hijau, Madinah, Arab Saudi, lebih tepatnya di Komplek Masjid Nabawi saat ada perluasaan masjid Nabawi. Makam Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab juga di samping makam beliau. Rasulullah saw hanya meninggalkan sebuah pustaka berupa sebilah pedang, seekor keledai, dan sebidang kebun yang diberikan kepada orang-orang muslim yang membutuhkan.

Referensi

Syaikh Shafiyyurrahman Al- Mubarakfuri. 1997. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Abdul Karim Bin Abdurrahman. 2013. Kitab Sejarah Nabi Muhammad SAW. Jogjakarta: Diva Press.

Ajid Thohir. 2014. Sirah Nabawiyyah. Bandung: Penerbit Marja.

Ari Wahyudi. “Agama Islam”. https:/muslim.or.id/626-agama-Islam.html diakses pada 22 November pukul19.55 WIB.

Hisyam, Ibnu. 2012. Sirah Nabawiyyah. Jakarta: Akbar Media.

Kontributor: Ika Safitri, Semester V

7 Replies to “Haji Wada’: Tanda Perpisahan dengan Rasulullah saw”

  1. Hello my friend! I want to say that this article is amazing, great written and come with approximately all vital infos. I would like to look extra posts like this . Danita Cesar Wendolyn

  2. Thanks for your own work on this website. My mother take interest in setting aside time for research and it is simple to grasp why. My spouse and i notice all relating to the powerful way you provide very helpful tips via your website and in addition recommend response from visitors on this subject matter while our own simple princess is undoubtedly studying so much. Take pleasure in the rest of the year. You have been performing a tremendous job. Sharla Bradly End

  3. I am now not positive the place you are getting your info, but good topic. I must spend some time learning much more or understanding more. Thanks for great info I was on the lookout for this info for my mission. Dalenna Neil Cayser

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *